Driver Ojek Online Mamuju Sambut Gembira Penerapan Tarif Terbaru, Jarak 3 Km Naik Rp 3 Ribu

Seorang driver ojek online, Anto menyambut baik kenaikan tarif itu, dan mengaku senang setelah adanya kenaikan tarif.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Para driver ojek online menyambut baik kenaikan tarif terbaru yang ditetapkan Kemenhub, seperti disampaikan para driver saat ditemui di Jl Axuri, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Sulbar, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek online pada Rabu (7/9/2022) lalu.

Kenaikan tarif mengikuti kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi.

Kenaikan tarif transportasi online itu sudah berlaku juga di Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Seorang driver ojek online, Anto menyambut baik kenaikan tarif itu, dan mengaku senang setelah adanya kenaikan tarif.

"Karena sudah sangat sesuai dengan harga bbm yang juga naik, kenaikan tarif ini kembali bisa menutupi kebutuhan harian," terang Anto saat ditemui di Jl Axuri, Kelurahan Rimuku, Selasa (20/9/2022).

Anto menjelaskan beberapa hari setelah kenaikan bbm, ongkos ojek yang diperoleh hanya bisa untuk menutupi pengeluaran.

Belum lagi, sejumlah bahan pokok juga mengalami kenaikan harga, seperti beras dan bumbu dapur.

"Kalau tidak naik tarif kita para driver online ini cukup terbebani dengan kenaikan harga pertalite," lanjutnya.

Ia pun dapat tersenyum kembali, lantaran adanya kenaikan tarif terbaru sebesar Rp 3 ribu untuk jarak 3 kilometer (km).

Dimana tarif lama itu, sebesar Rp 10 ribu untuk jarak 3 (km), sementara tarif terbaru ini Rp 13 ribu.

"Naik Rp 3 ribu untuk jarak 3 km, begitu pula jarak lebih sedikit dari 3 km itu atau dibawah 4 km Rp 13 ribu," ungkapnya.

Begitu pula yang dirasakan oleh, Yusuf, setelah adanya kenaikan tarif ini, ia dapat menabung untuk simpanan.

Meski beberapa hari setelah adanya kenaikan tarif terbaru, order penumpang sedikit mengalami penurunan.

"Satu pekan setelah kenaikan tarif, penumpang itu menurun, tapi ini sudah mulai membaik," terang Yusuf.

Ia dan para driver onjek online yang tergabung dalam komunitas Generation Mamuju Community (GMC) harus memberikan penjelasan kepada para pelanggan.

Diman para driver menjelaskan kenaikan tarif itu, imbas kenaikan bbm, jika tidak dinaikkan driver online merugi.

"Barulah penumpang sedikit mulai memahami, dan dapat menerima kenaikan tarif terbaru ini," lanjut Yusuf.

Sementara untuk pemesanan grab found atau pesanan makanan juga mengalami kenaikan.

Sebelumnya satu kali pesanan Rp 6.400 per satu pesanan makanan, kini menjadi Rp 6.700, naik Rp 300.

Yusuf mengatakan kenaikannya hanya sedikit, padahal order makanan, pelanggannya lumayan banyak.

"Meski begitu, tetap kami syukuri dan sambut baik kenaikan ini, apalagi sudah dapat diterima oleh pelanggan," pungkasnya.

Adapun setiap harinya, driver online tersebut dapat memperoleh keuntungan Rp 100 ribu per hari.

Sementara pengeluaran khusus untuk bensin kini Rp 30 ribu sudah keliling Kota Mamuju dan sekitarnya.

Sebelum kenaikan bbm, cukup Rp 20 ribu, driver mengaku dapat menggunakan selama dua hari kerja.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved