Jenazah Warga Ditandu

Besok! Ratusan Mahasiswa dan Warga Campalagian Demo, Buntut Jenazah Ditandu

Pasien yang meninggal di puskesmas Campalagian tersebut, terpaksa ditandu secara bergantian menuju rumah duka lantaran tidak ada  mobil ambulans.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Ist
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) 

"Ada satu uni mobil tapi rusak berat. Ambulans kami cuma satu, "lanjut Ramlah.

Ia berdalih sudah berusaha mencari ambulans lain yang ada di  Polewali, tetapi semuanya sedang beroperasi.

"Saya sudah telpon ambulans yang sering kerjasama dengan Puskesmas. Katanya juga ke Makassar mengantar, " paparnya.

Ia sempat  meminta keluarga almarhum melalui pemerintah Desa setempat agar menunggu mobil  yang sedang merujuk ke Polewali.

Tapi keluarga almarhum kata Ramlah, terburu buru membawa pulang jenazah dengan cara ditandu.

"Saya sudah hubungi pak desanya agar  kasi sabar dulu warganya untuk dicarikan solusi. Tapi keluarganya tidak sabar, " tuturnya.

Sekedar jenazah ditandu warga bernama Darwis berusia sekitar 67 tahu, warga Labuang, Kecamatan Campalagian.

Video nya ditandu warga sempat viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).

Video berdurasi 33 detik, terlihat sejumlah warga menandu jenazah menggunakan sarung dan sebatang bambu.

Nampak jenazah ditandu dari area halaman Puskesmas Campalagian menuju kediamannya di Desa Labuang yang jaraknya mencapai beberapa kilometer.

Warga menandu secara bergantian melewati jalan poros Trans Sulawesi Barat memakan waktu hampir satu jam lebih.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved