Berita Sulbar

Penyebab Pasien dan Jenazah di Sulbar Terpaksa Ditandu, Ambulans Tak Tersedia Hingga Jalan Rusak

Kasus pasien atau jenazah di Sulbar terpaksa ditandu kerap terjadi, penyebabnya unit ambulans tak tersedia hingga jalan rusak

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Ist
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) 

Kejadian tersebut, terjadi di Desa Passambuk, Kecematan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Warga ditandu di Desa Passembuk, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar),
Warga ditandu di Desa Passembuk, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), (Ist/TribunSulbar.com)

Seorang Bidan Desa Nasri Resita mengatakan, saat ini pasien masih berada di ruang perawatan di RSUD Polman.

Menurut Nasri, kondisi terparah karena akses jalan rusak mobil tak dapat melintas jadi warga sakit karena pendarahaan itu harus ditandu.

"Dia sebelumnya di Puskesdes Desa karena pendarahan jadi kita bawa ke Puskesmas dengan cara ditandu," ujarnya.

Kendaraan roda empat dan roda dua sulit melintasi.

Ditandu 8 Jam karena Jalan Rusak

Kemudian pasien ditandu juga pernah terjadi di Polman, jauh sebelunm kejadian di Campalagian.

Tepatnya di Desa Lenggo, kecamatan Bulo, Polman.

https://sulbar.tribunnews.com/2022/07/18/jalan-rusak-warga-polman-terpaksa-ditandu-sejauh-12-km-untuk-berobat-di-puskesmas

Seorang warga bernama Nurdin ditandu ramai-ramai oleh warga karena sedang sakit.

warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman ditandu menempuh perjalanan 12 km untuk mendapatkan pengobatan di Puskesmas. Dok Habib Imran
warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman ditandu menempuh perjalanan 12 km untuk mendapatkan pengobatan di Puskesmas. Dok Habib Imran (Habib Imran)

Pria berusia 39 tahun itu ditandu sejauh 12 kilometer melewati jalan rusak menuju Puskesmas di Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut warga Desa Lenggo, Habib Imran, warga ini terpaksa ditandu karena akses kesana rusak sehingga tidak bisa dilalui mobil Ambulans.

Nurdin atau Bapak Fajar menderita sakit. Sejak 10 hari terakhir, kondisi kesehatan lemas karena memiliki riwayat penyakit tipes.

"Warga menandu Pak Nurdin pada hari Minggu (17/7/2022) kemarin," kata Habib Imran kepada Tribun, Senin (18/7/2022).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved