Berita Pasangkayu

Limbah Pabrik Kelapa Sawit PT Palma Meluber Diduga Cemari Sungai Kapohu Pasangkayu Air Hitam & Busuk

Kondisi ini sontak dikeluhkan warga sekitar, di Dusun Kapohu, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Egi Sugianto/Tribun-Sulbar.com
Genangan air limbah yang diduga mencemari lingkungan di Dusun Kapohu, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Senin (19/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Limbah yang diduga berasal dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Palma mulai mencemari lingkungan, Senin (19/9/2022).

Kondisi ini sontak dikeluhkan warga sekitar, di Dusun Kapohu, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu.

Air sungai di dusun tersebut, mulai dikeluhkan karena tiba-tiba berubah warna dan mengeluarkan bau busuk.

Laporan warga yang diterima Tribun-Sulbar.com Senin siang ini, dikeluhkan sebab air sungai selama ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci serta memasak.

Air sungai Kapohu berubah warna dan berbau busuk itu mereka rasakan sejak hari Jum'at, 16 September 2022 sampai sekarang ini.

Terkait informasi tersebut, media ini melakukan penelusuran disekitar salah satu pabrik kelapa sawit yang tak jauh dari kedua dusun tersebut yakni PT. Palma, saat perjalanan, ditemukan didalam parit kebun masyarakat dan diduga itu adalah limbah karena menimbulkan bau busuk serta berwarna hitam.

Penelusuran terus dilakukan sampai perbatasan sawit masyarakat dengan area pabrik PT. Palma, tepatnya di belakang penampungan limbah.

Di situ nampak terlihat berupa pipa besar mengarah ke parit serta sebuah mesin pompa disekitar kolam penampungan limbah.

Kepala Dusun Kapohu, Jabir saat ditemui dikediamannya mengaku telah menerima keluhan dari masyarakatnya terkait air sungai yang tiba-tiba berbau dan berubah warna diduga tercemar limbah pabrik PT. Palma.

" Kami akan laporkan dulu ke kepala desa Kasano, karena beliau lagi diluar daerah. Kami berharap pihak PT. Palma itu tidak membuang limbahnya sembarangan apalagi sampai mengalir ke sungai. Karena sungai ini kami konsumsi setiap hari," jelas Jabir.

Indra, seorang karyawan PT Palma yang diketahui berperan sebagai humas belum dapat dikonfirmasi langsung secara resmi terkait adanya dugaan limbah dari perusahaan PT Palma ini.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved