Jenazah Warga Ditandu

Jenazah Ditandu di Polman, Rahim Minta Bupati Sanksi Kepala Puskesmas Campalagian

Menurutnya Abdul Rahim, kejadian jenazah ditandu di Campalagian kelalaian dari Kepala Puskesmas Campalagian.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim saat menghadiri cara diskusi di Tribun-Sulbar.com dengan program "Bicara Sulbar", Senin (16/5/2022) malam. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim meminta Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar memberikan sanski tegas kepada Kepala Puskesmas Campalagian.

Menurutnya, kejadian jenazah ditandu di Campalagian kelalaian dari Kepala Puskesmas Campalagian.

"Berhentikan ini kepala Puskesmas yang tidak memiliki inisiatif dalam bentuk kebijakan. Masa tidak bisa sama sekali," kata Rahim, saat ditemui di kantor DPRD Sulbar Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (19/9/2022).

Apalagi, ini bagian penting dalam standar pelayanan.

Dirinya, meminta Pemkab mengambil inisiatif atas persoalan yang terus terjadi dan berulang-ulang.

"Hal-hal begini tidak boleh terjadi sebenarnya. Saya minta tadi Kadinkes Sulbar dikoordinasikan, karena bukan komando, tapi sebagai perwakilan pusat kita harus memiliki kepedulian," tegas Rahim.

Kejadian ini bukan pertama kali dan terus berulang tanpa ada kebijakan dibuat untuk menimalisir agar tidak terjadi lagi.

Bahkan, bukan hanya di Polman daerah lain juga terjadi kasus yang sama.

"Harusnya ini mampu dipikirkan kepala daerah untuk mengambil satu langkah kebijakan," tandasnya.

Diketahui, Jenazah ditandu diketahui bernama Darwis warga Labuang, Kecamatan Campalagian.

Ia ditandu menggunakan sarung dan sebatang bambu.

Almarhum ditandu sejauh hampir empat kilometer dari puskesmas menuju rumah duka di Labuang.

Informasi diperoleh tribun, mobil ambulans dimiliki Puskesmas Campalagian hanya satu, itupun mobil khusus rujukan.

Sementara mobil ambulans yang biasa dipakai mengantar jenazah sedang dipakai merujuk pasien emergency.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved