Jenazah Warga Ditandu

Jenazah Warga Ditandu,Kepala Puskesmas Campalagian: Ambulans Rusak Berat dan Satunya Sedang Dipakai

Kepala Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Ramlah menanggapi adanya  pasien meninggal yang ditandu karena tidak ada ambulans.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Ist
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Kepala Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Ramlah menanggapi adanya  pasien meninggal yang ditandu karena tidak ada ambulans.

Ramlah menyampaikan pada saat jenazah akan dipulangkan ke rumah duka, mobil ambulans dimiliki sedang membawa pasien rujukan ke Polewali.

"Sedang merujuk ke Polewali karena kondisi pasien juga lagi emergency dan harus segera dibawa," ujar Ramlah kepada tribun.

Sementara di Puskesmas Campalagian kata dia, hanya punya satu unit mobil ambulans yang bisa beroperasi.

"Ada satu unit mobil tapi rusak berat. Ambulans kami cuma satu," lanjut Ramlah.

Ia berdalih sudah berusaha mencari ambulans lain yang ada di  Polewali, tetapi semuanya sedang beroperasi.

"Saya sudah telpon ambulans yang sering kerjasama dengan Puskesmas. Katanya juga ke Makassar mengantar, " paparnya.

Ia sempat  meminta keluarga almarhum melalui pemerintah Desa setempat agar menunggu mobil  yang sedang merujuk ke Polewali.

Tapi keluarga almarhum kata Ramlah, terburu-buru membawa pulang jenazah dengan cara ditandu.

"Saya sudah hubungi pak desanya agar  kasi sabar dulu warganya untuk dicarikan solusi. Tapi keluarganya tidak sabar, " tuturnya.

Sekedar, diketahui jenazah ditandu warga bernama Darwis berusia sekitar 67 tahu, warga Labuang, Kecamatan Campalagian.

Video nya ditandu warga sempat viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).

Video berdurasi 33 detik, terlihat sejumlah warga menandu jenazah menggunakan sarung dan sebatang bambu.

Nampak jenazah ditandu dari area halaman Puskesmas Campalagian menuju kediamannya di Desa Labuang yang jaraknya mencapai beberapa kilometer.

Warga menandu secara bergantian melewati jalan poros Trans Sulawesi Barat memakan waktu hampir satu jam lebih. (san) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved