Berita Polman

Ibu-ibu Padang Timur Campalagian Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Sayur

Cabe, seledri, kangkung, tomat, terong dan jenis lainnya ditanam di dalam pekarangan sempit yang luasnya hanya beberapa meter persegi.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribn Sulbar / Hasan
Penampakan kebun sayur ibu-ibu kelompok wanita tani Bunga Asoka Dusun Lematto, Padang Timur Sulap Pekarangan Rumah Jadi Kebun Sayur. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Di samping rumah warga jalan Dusun Lematto, Desa Padang Timur, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) nampak menghijau dari berbagai sayur sayuran.

Cabe, seledri, kangkung, tomat, terong dan jenis lainnya ditanam di dalam pekarangan sempit yang luasnya hanya beberapa meter persegi.

Sebagian sayur-sayuran ditanam mengunakan alat bantu polybag plastik, sabut kelapa dan disusun berjajar, sehingga sangat memikat hati warga yang melintas di desa tersebut.

Penampakan kebun sayur ibu-ibu kelompok wanita tani Bunga Asoka Dusun Lematto 7
Penampakan kebun sayur ibu-ibu kelompok wanita tani Bunga Asoka Dusun Lematto

Ketua Kelompok Hariani mengatakan, ide kreatif ini awalnya muncul dari kegemaran ibu-ibu di desa itu menanam tanaman hias di depan rumahnya.

Iapun melirik tanaman sayur sayuran yang bernilai ekonomis.

Ide ini mulai dikembangkan beberapa bulan lalu melalui kelompok wanita tani desa setempat.

Mereka membeli bibit dengan modal swadaya sesama anggota kelompok yang beranggotakan 33 orang ibu ibu.

Tidak hanya menanam sayur-sayur, ide kelompok wanita terus dikembangkan dengan menanam jenis jenis obat obatan.

Ia memilih menanam sayur sayuran karena bernilai ekonomis, sehingga dapat menambah pemasukan keluarga.

Ani sapaannya mengaku sudah beberapa kali panen.

Pemasarannya sendiri tidak hanya dijual di warung warung, tapi pedagang sayur keliling.

Sementara hasilnya, dipakai untuk beli bibit dan modal usaha pembuatan kerupuk pisang yang sementara dikembangkan oleh kelompok wanita tersebut.

"Sekarang kami juga membuat usaha olahan kerupuk pisang dan kami jual di warung warung, " ucapnya.

Perempuan lulusan kebidanan juga sangat bersyukur karena, kreativitas ibu ibu mendapatkan support baik dari pemerintah Desa maupun kecamatan.

Setiap bulan, para ibu ibu mendapat pelatihan langsung dari pihak desa dan kecamatan. (San)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved