Jenazah Warga Ditandu

Breaking News, Tidak Ada Ambulans, Jenazah Warga Campalagian Terpaksa Ditandu dari Puskesmas 

Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos).

Penulis: Hasan Basri | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Ist
Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).(Ist) 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Warga Desa Labuang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat menggotong jenazah, viral di media sosial (medsos), Minggu (18/9/2022).

Video berdurasi 33 detik, terlihat sejumlah warga menandu jenazah menggunakan sarung dan sebatang bambu.

Nampak jenazah ditandu dari area halaman Puskesmas Campalagian menuju kediamannya di Desa Labuang yang jaraknya mencapai beberapa kilometer.

Warga menandu secara bergantian melewati jalan poros Trans Sulawesi Barat.

Keluarga almarhum yang dikonfirmasi Acha membenarkan kejadian. Almarhum diketahui bernama Darwis

Cucu almarhum mengaku almarhum kakeknya ditandu karena  ambulans puskesmas tidak ada.

"Katanya pegawai puskesmas rusak mobil ambulansnya, ada yang  bagus tapi katanya bukan pengantar jenazah, " ucap Aca kepada tribun, Minggu (18/9/2022) malam melalui telepon selulernya.

Jenazah ditandu hampir memakan waktu satu jam lebih dari Puskesmas Campalagian menuju rumah duka.

Ia menceritakan sebelum meninggal, kakenya sempat dirawat di Puskesmas Campalagian selama dua hari karena menderita sesak nafas atau maag. (San)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved