Berita Sulbar

Sejarah Sulawesi Barat, dari Pembentukan hingga Para Gubernur Pernah Menjabat

Pembentukan Sulawesi Barat atau Sulbar telah diperjuangkan sejak tahun 1960.

pemprovsulbar.go.id
tampak depan kantor Gubernur Sulawesi Barat sebelum roboh karena gempa 

Di sektor pertambangan terdapat kandungan emas, batubara dan minyak bumi.

Masa penjajahan

Pada masa penjajahan, wilayah Provinsi Sulawesi Barat adalah bagian dari 7 wilayah pemerintahan yang dikenal dengan nama Afdeling Mandar yang berpusat di Majene dan meliputi empat onder afdeling, yaitu:

Onder Afdeling Majene beribu kota Majene; Onder Afdeling Mamuju beribu kota Mamuju;
Onder Afdeling Polewali beribu kota Polewali; Onder Afdeling Mamasa beribu kota Mamasa.

Onder Afdeling Majene, Mamuju dan Polewali yang terletak di sepanjang garis pantai barat pulau Sulawesi mencakup 7 wilayah kerajaan (Kesatuan Hukum Adat) yang dikenal dengan nama Pitu Baqbana Binanga (Tujuh Kerajaan di Muara Sungai) yang meliputi:

Balanipa di Onder Afdeling Polewali (dipimpin oleh Ambo Caca Daeng Magasing); Binuang di Onder Afdeling Polewali; Sendana di Onder Afdeling Majene;
Banggae/Majene di Onder Afdeling Majene;
Pamboang di Onder Afdeling Majene;
Mamuju di Onder Afdeling Mamuju;
Tappalang di Onder Afdeling Mamuju.

Bahasa

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Sulawesi Barat adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Badan Bahasa mencatat ada 9 bahasa daerah di Sulawesi Barat.

Kesembilan bahasa tersebut adalah: (1) Baras, (2) Benggaulu, (3) Budong-Budong, (4) Kone-Konee, (5) Mamasa, (6) Mamuju, (7) Mandar, (8) Pannei, dan (9) Topoiyo.

Agama

Provinsi Sulawesi Barat dikenal juga sebagai daerah yang memiliki keragaman agama. Penganut Agama Islam 82.22 % , Protestan 14.82 % , Katolik 1.47 % , Hindu 1.25 % , Budha 0.04 % , Konghucu 0.01

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved