Beasiswa Manakarra

Kepala Ombudsman Sulbar Dipanggil ke Jakarta Buntut Terima Beasiswa Manakarra Rp 30 Juta

Lukman Umar sebagai penerima, diduga melanggar kode etik, dalam peraturan Ombudsman nomor 40 tahun 2019 etik dan perilaku.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun Sulbar / Zuhaji
Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), Lukman Umar saat disambangi ke kantor perwakilan Ombudsman di Jl. Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Sulbar, Selasa (13/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Ombudsman Sulawesi Barat (Sulbar) Lukman Umar dipanggil ke Jakarta oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI).

Hal itu lantaran Lukman Umar menerima beasiswa Manakarra senilai Rp 30 juta yang kini jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sulbar.

Bahkan saat ini bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar setelah dilaporkan salah satu warga, Muhaimin Faisal.

Baca juga: Terus Didesak Mundur, Kepala Ombudsman Sulbar Lukman Umar: Saya Mengikuti Aturan

Baca juga: Jalaluddin Duka hingga Lukman Umar Boleh Cicil Pengembalian Beasiswa Manakarra

Lukman Umar sebagai penerima, diduga melanggar kode etik, dalam peraturan Ombudsman nomor 40 tahun 2019 etik dan perilaku.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Ombudsman Sulbar, Irfan Gunardi mengatakan Lukman Umar berangkat pada Kamis (15/9/202) tadi malam.

"Dundang ke pusat untuk dimintai hak jawab setelah kejadian di Sulbar ini terkait Besiswa Manakarra," terang Irfan Gunardi saat ditemui di kantornya Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Jumat (16/9/2022).

Ia menjelaskan Lukman Umar diberikan kesempatan untuk memberikan hak jawab oleh kepala Ombudsman RI.

Lukman Umar akan menjelaskan kronologi, kejadian terkait asal mula dirinya menerima Beasiswa Manakarra.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), Lukman Umar saat disambangi ke kantor perwakilan Ombudsman di Jl. Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Sulbar, Selasa (13/9/2022).
Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar), Lukman Umar saat disambangi ke kantor perwakilan Ombudsman di Jl. Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Sulbar, Selasa (13/9/2022). (Tribun Sulbar / Zuhaji)

Panggilan itu akumulasi dari pemberitaan yang ada dan laporan langsung ke Ombudsman RI.

"Pada intinya ini sudah berproses di pusat, ia akan dimintai klarifikasi," lanjutnya.

Irfan menjelaskan, majelis etik atau dewan etik akan bekerja untuk melihat, Lukman Umar melanggar atau tidak.

Dimana yang paling menentukan dari penilaian majelis etik ialah bukti dan klarifikasi dari Lukman Umar.

"Di pemberitaan yang mengatakan Lukman Umar langgar kode etik, itu masi bersifat dugaan," terang Irfan.

Ia juga menyampaikan saat ini pelayanan Kantor Ombudsman Sulbar tetap berjalan.

Setelah sempat disegel oleh Aliansi Pemerhati Pendidikan saat demo pada Kamis (15/9/2022) kemarin.

Sekedar diketahui 14 penerima beasiswa Manakarra harus pengembalian sesuai rekomendasi temuan dari BPK RI perwakilan Sulbar. Termasuk Lukman Umar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved