OPINI

Remisi Koruptor Hingga Bebas Bersyarat, Bukti Bobroknya Sistem Demokrasi karena Ramah Korupsi!

Adanya berbagai kasus korupsi tidak lepas dari regulasi yang diciptakan. Artinya, demokrasilah yang melahirkan para korupsi

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Nafsiah, S. Pd. / ibu rumah taNGGA 

Oleh : Nafsiah, S. Pd. / Ibu Rumah tangga

TRIBUN-SULBAR.COM - Sejumlah narapidana korupsi bebas dari penjara pada hari yang sama, Selasa (6/9/2022).

Akhirnya Mereka menghirup udara bebas setelah mendapat pembebasan bersyarat.

Sebanyak 23 Koruptor mendapatkan remisi hingga dibebaskan bersyarat tanpa penjelasan yang cukup ke publik dengan dalih ini sesuai aturan.

Dengan adanya pemberian remisi ini kita bisa melihat bahwa kejahatan korupsi, kejahatan karena jabatan adalah kejahatan biasa dalam sistem demokrasi.

Begitu pula mantan korupsi tidak kehilangan hak mencalonkan diri dalam Kontestasi politik dan memberi banyak kesempatan kepada koruptor agar tetap memiliki kedudukan tinggi dimata publik. ini semakin menegaskan bahwa sistem demokrasi sangat ramah terhadap koruptor.

Lingkaran oligarki kader politik menguasai hampir semua jabatan publik, yang berpotensi untuk saling mendukung dan melindungi dari jeratan korupsi. Para elite dalam sistem demokrasi senantiasa tercebur dan berkelindan dengan praktek korupsi, lantaran semua hajatan politik membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga para elite politik ini diduga terjebak dalam praktik korupsi untuk memenuhi ambisi politiknya.

Sementara penegakan hukum yang dipraktekkan, sangat jauh dari nilai keadilan. Dan penyelesaian kasus korupsi di sistem Demokrasi bagai menegakkan benang basah. Karena penanganan korupsi tidak dilakukan secara komprehensif, setengah hati, dan tidak sungguh-sungguh tampak dari tidak adanya teladan dari pemimpin dan rendahnya pengungkapan kejahatan korupsi sementara masyarakat tahu bahwa korupsi terjadi di mana-mana.

Beginilah sistem Demokrasi yang mengatur tata kelola negeri ini. Adanya berbagai kasus korupsi tidak lepas dari regulasi yang diciptakan. Artinya, demokrasilah yang melahirkan para korupsi di semua pilar kekuasaan negara. Yang dengan regulasinya telah menciptakan "Trias Koruptika" di Indonesia.

Solusi Islam dalam memberantas korupsi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved