Berita Pasangkayu

Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Attahiriyah Annahdhiyah, Cucu Imam Lapeo Titip 3 Pesan Ini

Pertama, diharapkan agar Ponpes tersebut bisa mencetak generasi-generasi tangguh yang berakhlak mulia sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Ilham Mulyawan
ist
Pimpinan Majelis Dzikir At Thahiriyah Imam Lapeo, Ahmad Multazam, saat didaulat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Attahiriyah Annahdhiyah, di Dusun Letawa Kecamatan Sarjo, Kamis (14/9/2022). Foto Ahmad. 


TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Pimpinan Majelis Dzikir At Thahiriyah Imam Lapeo, Ahmad Multazam ke wilayah perbatasan Donggala-Pasangkayu atau Sulteng-Sulbar, dalam rangka peletakan batu pertama Pondok Pesantren Attahiriyah Annahdhiyah, Kamis (15/9/2022).

Turut hadir Bupati Pasangkayu, H Yaumil Ambo Djiwa.

Lewat rilis resmi yang ditulis langsung oleh cucu ulama tersohor di tanah Sulawesi Barat, AGH Muhammad Thahir atau Imam Lapeo, yakni Ahmad Multazam ini, menyampaikan tiga poin terkait harapan dengan adanya pembangunan pesantren Attahiriyah cabang sarjo.

Pertama, diharapkan agar Ponpes tersebut bisa mencetak generasi-generasi tangguh yang berakhlak mulia sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Kedua mencetak dari yang toleran moderat berasas Ahlussunah Waljamaah.

Ketiga, mencetak generasi yang faham dan mampu baca kitab kuning sebagai sumber ilmu murni para ulama salaf (klasik).

Disampaikan bahwa melalui pendidikan di Ponpes Attahiriyah Annahdhiyah Cabang Sarjo, akan diajarkan membaca kitab kuning.

"Salah satu keunggulan pesantren ini, InsyAllah lulusannya nanti kita berdoa akan bisa baca kita kuning," tulis Ahmad Multazam.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved