OPINI

Koruptor Bebas Bersyarat dan Boleh Daftar Caleg, Bukti Sistem Demokrasi Ramah Koruptor?

Tak dipungkiri korupsi dalam sistem demokrasi tumbuh subur. Bahkan pelakunya kebal hukum. Sebab, hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Editor: Ilham Mulyawan
ist/Tribun-Sulbar.com
Hamsina Halik (Pegiat Literasi Revowriter dan Penulis Buku Antologi Bunda Ajari Aku Menuju Mukallaf) 

 

Oleh: Hamsina Halik
Pegiat Literasi Revowriter

TRIBUN-SULBAR.COM - Perkara korupsi tidak ada habisnya di negeri ini. Seolah sudah menjadi hal yang lumrah.

Berbagai aturan dan upaya telah dilakukan, hingga membuat lembaga khusus untuk mencegah tindakan korupsi terulang lagi, namun rupanya tak membuahkan hasil.

Faktanya, korupsi tetap tumbuh subur dalam sistem demokrasi ini. Terlebih sanksi hukum yang dikenakan tidaklah memberi efek jera bagi para koruptor.

Dan kini masyarakat pun disuguhkan pada fenomena pemberian remisi bagi para narapidana koruptor.

Tak tanggung-tanggung secara bersamaan, 23 orang narapidana koruptor bebas bersyarat.

Tentu saja hal ini sontak menuai protes dan kekecewaan dari berbagai pihak.

Kekecewaan ini diantaranya datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti pembebasan bersyarat terhadap 23 napi korupsi yang diputuskan dalam surat keputusan secara bersamaan pada Rabu (6/9/2022).

Satu diantara para narapidana yang disoroti itu adalah Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus red notice Joko Tjandra.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved