OPINI

Sudahkan Sulbar Bebas Buta Aksara?

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan kondisi terkait aksara ini adalah Angka Melek Huruf (AMH).

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Ilustrasai belajar 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pada tanggal 26 Oktober 1966 UNESCO menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional yang pertama kali diperingati pada tahun 1967.

Sejak saat itu peringatan Hari Aksara Internasional rutin diperingati setiap tahun untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya literasi sebagai hak asasi manusia, dan untuk memajukan agenda literasi menuju masyarakat yang lebih melek huruf. Meskipun demikian, Hari Aksara ini tidak sepopuler hari-hari besar yang lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata aksara adalah sistem tanda grafis yang digunakakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran. Namun jika kita mencari padanan kata yang mudah dipahami, kata “huruf” yang terpilih. Jadi aksara merupakan padanan kata dari huruf.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan kondisi terkait aksara ini adalah Angka Melek Huruf (AMH).

Angka Melek Huruf adalah proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis kalimat sederhana dalam huruf latin, huruf arab, dan huruf lainnya (seperti huruf jawa, kanji, lontar dll) terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas.

AMH ini digunakan untuk melihat capaian indikator dasar yang telah dicapai oleh suatu daerah, karena membaca merupakan dasar utama dalam memperluas ilmu pengetahuan. Sering kita mendengar kalimat: membaca adalah jendela dunia.

Maka AMH merupakan indikator penting untuk melihat sejauh mana penduduk suatu daerah terbuka terhadap pengetahuan.
Bagaimana capaian AMH di Sulawesi Barat sampai saat ini?

AMH terbaru yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik) adalah AMH tahun 2021 yaitu sebesar 93,09. Artinya sekitar 93 persen penduduk di Provinsi Sulawesi Barat yang berumur 15 tahun ke atas dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya.

Jadi bisa dikatakan pada tahun 2021 masih ada sekitar hampir 7 persen penduduk di Sulawesi Barat yang berumur 15 tahun ke atas belum bisa membaca dan menulis atau dapat dikatakan sebagai buta huruf/ buta aksara.

Angka ini cukup tertinggal dengan capaian AMH secara nasional dimana berada pada angka 96,04 pada waktu yang sama.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved