Sekolah Disegel Tukang

SDN Inpres 062 Pallembongan Polman Disegel, Tukang: Bosanmi Dijanji Terus

Penyegelan SDN Inpres 062 Pallembongan tersebut lantaran kontraktor belum membayar upah tukang dan buruh bangunan

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Gedung SDN Inpres 062 Lembongan, Desa Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat disegel oleh buruh bangunan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sejumlah tukang dan buruh bangunan terpaksa menyegel gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 062 Pallembongan, Desa Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Penyegelan SDN Inpres 062 Pallembongan tersebut lantaran kontraktor belum membayar upah tukang dan buruh bangunan yang mengerjakan sekolah tersebut.

Totalnya hampir Rp 30 juta dari 15  orang buruh yang mengerjakan proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah tersebut.

Salah seorang tukang atau buruh bangunan, Taufik mengatakan sudah hampir satu tahun dijanji, namun belum menyelesaikan tunggakan gaji buruh.

"Bosanmi dijanji terus," kata Taufik dan diamini para pekerja lainnya saat ditemui di kediamannya, Senin (12/9/2022).

SDN Inpres 062 Pallembongan, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman disegel tukang karena upahnya belum dibayar, Senin, (12/9/2022).
SDN Inpres 062 Pallembongan, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman disegel tukang karena upahnya belum dibayar, Senin, (12/9/2022). (Tribuners Rahmat)

Menurut mereka, tidak ada cara lain selain terpaksa menyegel sekolah lantaran upah mereka selama bekerja tidak dibayarkan.

Apalagi pihak pengawas ataupun kontraktor dalam proyek pembangunan sekolah itu sudah tidak ada kabarnya.

"Kami dijanji terus. Sekarang tidak maumi angkat telepon," ucapnya.

Padahal kesepakatan sebelumnya dengan para buruh adalah pembayaran upah dilakukan setiap setengah bulan sekali.

Senada disampaikan Alimuddin dan Omar.

Mereka mengancam bakal menyegel sekolah ini hingga upah mereka dibayarkan .

Pasalnya mereka juga menanggung utang rokok dan beras yang digunakan selama mereka kerjakan gedung itu.

"Sekarang kita ini ditagih utang rokok dan beras oleh penjual pak, " tuturnya.

Proyek pembangunan sekolah ini dikerjakan oleh 15 orang buruh atau pekerja.

Pembangunan sekolah yakni tujuh ruangan dan empat toilet.

Pembangunan menggunakan bersumber dari anggaran Balai PUPR sebesar Rp 1,6 miliar.

Gedung ini mulai dikerjakan sejak Agustus 2021 dan proyek ini selesai dikerjakan pada 10 Januari 2022.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved