Sekolah Disegel Tukang

SDN 062 Inpres Pallembongan Disegel Tukang, Disdikbud Polman: PUPR yang Kerja Itu

Sabiq mengatakan, anggaran proyek yang dikerjakan balai Kementerian PUPR senilai Rp 28 millyar.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribuners Rahmat
SDN Inpres 062 Pallembongan, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman disegel tukang karena upahnya belum dibayar, Senin, (12/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 062 Pallembongan, Desa Batupanga Daala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) disegel, Senin, (12/9/2022).

Aksi penyegelan SDN 062 Pallembongan tersebut dilakukan oleh tukang yang mengerjakan proyek di sekolah tersebut lantaran upahnya belum dibayar oleh kontraktor selama delapan bulan.

Kepala seksi Sekolah Dasar, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Polman, Muhammad Sabiq mengatakan proyek sekolah tersebut merupakan kewenangan Balai Kementerian PUPR.

"Iya sudah saya tanya itu ke balai karena balai kementerian PUPR yang kerja itu" ucap Muhammad Sabiq saat dihubungi via telepon.

Sabiq mengatakan, anggaran proyek yang dikerjakan balai Kementerian PUPR senilai Rp 28 millyar.

"Kalau tidak salah itu yang Rp 28 millyar gabung Kabupaten Polman dengan Kabupaten Majene. Namun rincian anggaran untuk SDN di Pallembongan saya kurang tahu" katanya.

Gerbang sekolah yang disegel itu berakibat pada terganggunya proses belajar mengajar.

Diketahui, kontraktor proyek tersebut bernama Marten, warga Kabupaten Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pendamping tukang, Rahmat mengatakan akan terus menyegel sekolah tersebut hingga upah tukang dibayarkan.

Gedung SDN Inpres 062 Lembongan, Desa Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat disegel oleh buruh bangunan.
Gedung SDN Inpres 062 Lembongan, Desa Batupanga, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat disegel oleh buruh bangunan. (Tribun Sulbar / Hasan Basri)

Dia mengatakan, sekitar Rp 30 juta dana upah tukang hingga saat ini belum dibayar.

"Penyegelan sekolah akan tetap kami lakukan walaupun siswa harus diliburkan jika pengawa dari bangunan tidak kunjung memberikan informasi soal gaji kami, kurang lebih 30 juta upah pekerja tidak ada kejelasan. Sebelumnya kami selalu menghubungi pengawas kami, namun puluhan janji yang kami terima tidak ada kejelasan." ucap Rahmat via WhatsApp, Senin, (12/9/2022).

Rahmat mengatakan, perbaikan bangunan sekah sudah selesai dikerjakan oleh tukang sekitar satu tahun lamanya.

Diketahui, sebanyak 14 orang buruh dan tukang hingga saat ini belum dibayarkan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved