Tidak Pernah Dapat Bantuan Pemerintah, Lansia Penderita Stroke di Mamuju Tengah Butuh Perhatian 

Sudah hampir tiga tahun, Harapiah (50) warga Dusun Pandan Sari Desa Kombiling, Mamuju Tengah Sulawesi Barat (Sulbar) menderita penyakit stroke.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Samsul
Harapiah (50) hanya bisa terbaring sakit di rumahnya, akibat penyakit stroke yang dideritanya hampir tiga tahun lalu, Minggu (11/9/2022).(Samsul) 

TRIBUN-SULBAR. COM, MAMUJU TENGAH - Sudah hampir tiga tahun, Harapiah (50) warga Dusun Pandan Sari Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah Sulawesi Barat (Sulbar) menderita penyakit stroke.

Kini kesehariannya hanya bisa berada di kursi roda dan tempat tidur.

Kedua kakinya lumpuh dan tak bisa digerakkan, untuk beraktivitas sehari-hari harus dibantu anaknya.

Seperti makan dan minum. Bahkan ketika ingin buang air harus di papah.

Kondisi ekonomi yang membuatnya terpaksa harus menerima kondisinya.

Ia tak punya biaya untuk berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit.

Alimuddin, salah satu anak tertuanya menuturkan selama ini ibunya hanya dirawat dirumah.

"Berobat seadanya pak, karena tidak ada biaya kalau mau dibawa ke rumah sakit, " ungkap Alimuddin saat ditemui di rumahnya, Dusun Pandan Sari Desa Kombiling, Mamuju Tengah, Minggu (11/9/2022).

Ia juga katakan, selama ini orang tuanya belum tersentuh bantuan jenis apapun.

"Belum tersentuh bantuan sama sekali pak, setidaknya untuk pembeli obat rasa nyeri, " Terang Alimuddin.

Alimuddin pun berharap, pemerintah melalui dinas terkait memberikan perhatian kepada orang tuanya.

"Harusnya masuk sebagai kategori penerima manfaat pak, karena kami termasuk warga miskin, " Pungkasnya.

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved