Berita Polman

Rawa di Kelurahan Amassangan Polman Ditimbun Sampah, Kalpataru: Mengancam Ekosistem Laut

Ketua Kalpataru Polman, Iqbal mengatakan aktivitas penimbunan sampah di areal hutan mangrove akan menyebabkan dampak ekologi di kawasan hutan mangrove

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Kamaruddin
Pemerintah Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menimbun rawa dengan sampah untuk dijadikan sebagai lapangan sepakbola bagi warga, Senin, (8/8/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Rawa di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dijadikan tempat pembuangan sampah sementara.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah itu merupakan rawa-rawa.

Terlihat banyak pohon mangrove dan tumbuhan lainnya hidup di wilayah tersebut, bahkan beberapa mangrove harus ditebang karena dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Lokasi yang berasa tepat di samping pasar Binuang dan hanya berjarak 100 meter dari laut itu mendapat sorotan dari ketua komunitas pecinta alam Kalpataru Polman.

Ketua Kalpataru Polman, Iqbal mengatakan aktivitas penimbunan sampah di areal hutan mangrove akan menyebabkan dampak ekologi di kawasan hutan mangrove.

"Contoh dampak ekologi yang ditimbulkan yaitu terganggunya sifat fisik, kimia, dan biologi media yang menjadi penunjang tumbuhnya mangrove. Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan adalah terganggunya kehidupan mahluk hidup yang ada di kawasan hutan mangrove yang menjadi tempat penimbunan" ucap Iqbal melalui pesan singkat, (10/9/2022).

Dia menyayangkan, mangrove yang hidup secara alam dan beberapa pohon di area tersebut harus ditebang untuk ditimbun sampaj.

"Mangrove merupakan tanaman yang memiliki perenan penting untuk menjaga agar pesisir pantai dari abrasi serta menjadi habitat bagi berbagai macam mahluk hidup" katanya.

Di lokasi tersebut terdapat dua unit alat berat jenis eskapator ukuran besar dan satu ukuran kecil beroperasi untuk menggali tanah yang dijadikan tempat pembuangan sampah.

Salah satu warga, Kelurahan Amassangan, Burhan mengaku menerima lokasi tersebut sebagai tempat pembuangan sampah karena lokasinya ingin dijadikan sebagai lapangan olahraga.

Kata dia, masyarakat menerima dengan syarat setiap sampah yang dibuang harus ditimbun kembali dengan tanah.

"Kami terima dan ini juga permintaan dari masyarakat supaya ada lapangan olahraga, setiap sampah yang datang harus ditimbun dengan tanah makanya harus siap semua alat berat" ucapnya kepada Tribun, (9/9/2022).

Burhan menjelaskan, lokasi tersebut tidak jauh dari laut.

Jarak antara lokasi tersebut dari laut hanya sekira 100 meter.

Iqbal berpendapat, rawa yang ditimbun sampah dekat dengan laut itu berpotensi mengancam ekosistem laut.

"Salah satu contoh apabila ada sampah yang sampai beredar ke laut lepas yaitu akan berdampak terhadap ketersediaan oksigen di bumi serta akan semakin meningkatnya efek rumah kaca. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan di laut itu terdapat plankton yang menjadi salah satu penyedia oksigen serta mampu menyerap karbondioksida yang berada di udara. Sehingga jika sampah itu berada di laut lepas kemukinan besar akan mengancam keberlangsungan hidup plankton dan akan berdampak terhadap kehidupan yang ada di bumi." terang Iqbal.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved