Opini

Digitalisasi yang Ambisius & Pelindungan Tak Serius

Selain perubahan teknologi pada bahan KTP, juga seiring dengan penyiapan platform sistem pencatatan secara digital.

Editor: Nurhadi Hasbi
dokumen Salahuddin
Salahuddin, relawan TIK Sulawesi Barat (Sulbar) 

Oleh : Shalahuddin
Relawan TIK Sulawesi Barat

SEJAK masyarakat Indonesia mulai menikmati layanan internet komersial, tak hanya masyarakat yang proaktif. Tetapi tata pemerintahan di Indonesia pun turut beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tersebut.

Perlahan sejumlah layanan dasar untuk publik dan tata kelola sistem pemerintahan bermigrasi. Salah satunya yang paling populer adalah penerapan e-government.

Tak tanggung-tanggung ragam jenis infrastruktur penunjang disiapkan. Tak sedikit rencana penyiapan perangkat dan jasa hingga kini untuk menopang kelancaran migrasi tersebut.

Upaya adaptif ini dilakukan untuk memecahkan problem layanan pemerintah di ranah publik agar terintegrasi dengan baik dalam satu sIstem. Kendati dalam implementasinya malah belum sesuai ekspektasi publik. Sebab kampanye satu data oleh platform berbasis online rupanya masih didominasi oleh aktifitas offline dalam proses layanan itu sendiri.

Bahkan, hingga kini beberapa layanan di level pemerintah daerah masih harus kita hadapi dengan proses administratif yang mengandalkan pola konvensional.

Sebut saja penggandaan data berulang kali untuk penyetoran ulang dalam keperluan yang sama dengan cara fotocopy dokumen kertas.

Kemudian pada fase berikutnya, setelah e-government secara bertahap diadaptasi, pada tahun 2009 lalu melalui program KTP Elektronik atau e-KTP, berangsur-angsur masyarakat Indonesia melakukan migrasi tanda pengenal.

Mulai dari kartu identitas yang basisnya kertas menjadi plastik berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) atau Polyethylene Terephthalate Glycol (PETG). Bahan plastik yang umum digunakan untuk membuat ID smart card berbasis Radio Frequency Identification (RFID).

Selain perubahan teknologi pada bahan KTP, juga seiring dengan penyiapan platform sistem pencatatan secara digital.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved