Harga BBM Naik

Curhat Sopir Pete-pete di Polman Sejak Harga BBM Naik, Penumpang Sepi

Yusuf dan beberapa sopir pete pete yang mangkal di sekitar Pasar Wonomulyo hingga saat ini belum menaikan tarif angkutan.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Sejumlah angkutan umum atau pete pete sedang terpakir di kawasan Pasar Wonomulyo menunggu penumpang. Dok Hasan 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN --Sopir pete pete atau mobil angkutan umum di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menjerit lantaran tingginya beban operasional pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Salah seorang sopir pete pete jurusan Wonomulyo - Kecamatan Tinambung , Yusuf mengaku sangat terbebani dengan kondisi saat ini.

"Sangat terbebani karena pengeluaran lebih banyak, sedangkan penumpang sepi, " kata Yusuf saat di temui di Kecamatan Wonomulyo, Jumat (9/9/2022).

"Seandainya penumpang banyak tidak terlalu memberatkan pak. Sekarang susah sudah banyak kendaraan, apalagi sekarang banyak bentor, " lanjut Yusuf.

Apalagi kendaraan yang dikemudikan adalah mobil pete pete yang disewa.

Setiap hari beroperasi harus membayar sewa kepada pemilik mobil sebesar Rp 50 sampai Rp 70 ribu.

Yusuf dan beberapa sopir pete pete yang mangkal di sekitar Pasar Wonomulyo hingga saat ini belum menaikan tarif angkutan.

Mereka masih menunggu keputusan Dinas Perhubungan Kabupaten Polman terkait penyesuaian tarif angkutan pasca kenaikan BBM.

"Tapi alhamdulillah karena sebagian penumpang ada yang mengerti, mereka menambah pembayaran dari tarif sewa biasanya, " tuturnya.

Senada disampaikan Idris. Mereka hanya berharap adanya perhatian pemerintah terhadap nasib para sopir pete pete.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved