Banjir Pasangkayu

15 Keluarga di Desa Sarude Pasangkayu Dievakuasi ke Pengungsian Sementara Karena Banjir

Diprediksi ada sekitar 300 KK se Kecamatan Sarjo Pasangkayu akibat hantaman banjir

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Egi Sugianto
Puluhan warga berkumpul di tempat pengungsian sementara yakni di kantor Kecamatan Sarjo, di Dusun Balabonda Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Pasangkayu, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Pemerintah Kecamatan Sarjo belum mengantongi data pasti soal jumlah rumah terdampak banjir.

Namun diprediksi ada sekitar 300 KK se Kecamatan Sarjo akibat hantaman banjir, Selasa (6/9/2022).

Data terbaru warga yang berhasil dievakuasi dari lokasi banjir di Desa Sarude Kecamatan Sarjo yakni sebanyak 15 KK.

Informasi ini, disampaikan langsung oleh Camat Sarjo, Nasir saat tim Tribun-Sulbar melakukan konfirmasi kondisi terkini pasca meluapnya sungai perbatasan Pasangkayu-Donggala atau sungai Suremana yang menyebabkan banjir.

“Sampai saat ini data riilnya, yang jelas kita peridiksi ada sekitar 300 KK terdampak. Hingga saat ini, sudah ada 15 KK yang kita evakuasi ke pengungsian sementara,” kata Camat Sarjo, Nasir di lokasi banjir dihubungi via telepon, Selasa (6/9/2022).

Dikatakan 15 KK yang dievakuasi ini adalah baru warga Desa Sarude, yang diketahui adalah titik terparah akibat hantaman banjir ini.

“Untuk Desa Sarude sendiri ada 15 KK yang sudah dievakuasi,” katanya lagi memperjelas.

Ditanya soal korban jiwa, Nasir memastikan bahwa sampai saat ini, belum ada korban jiwa yang dilaporkan oleh tim evakuasi yang bertugas di lapangan.

“Untuk korban jiwa tidak. Kita berharap semoga tidak ada korban,” ucapnya.

Menurutnya atas kejadian banjir ini, kerugian materil juga diperkirakan tinggi karena mulai dari hewan ternak dan lahan perkebunan warga hingga hingga fasilitas sarana umum dilaporkan hilang dan rusak parah.

“Kerugian materil saya pikir lumayan banyak, karena hewan ternak warga sebagian hilang dibawa banjir,” jelasnya.

Dijelaskan, penyebab utama banjir terjadi karena luapan sungai Suremana di perbatasan Pasangkayu-Donggala atau perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

“Sungai Suremana di perbatasan yang meluap sehingga tidak bisa dibendung lagi,” katanya.

Diakuinya, memang selama beberapa hari terakhir wilayah sarjo dan Pasangkayu secara umum sudah sering terjadi hujan.

Sementara kondisi terkini di lokasi banjir, tim BPBD Pasangkayu saat ini mulai mendirikan posko dapur umum atau dapur berjalan untuk memberikan bantuan pelayanan ke para korban banjir.

Laporan Wartawan Tribun-SUlbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved