Gempa Sulbar

Panik Karena Gempa, Kepala Sekolah SD Inpres Rimuku Pulangkan Semua Siswanya

Pihak sekolah SD Inpres Rimuku menunggu informasi selanjutnya untuk menentukan apakah siswa-siswi akan diliburkan.

Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Zuhaji
Suasana sekolah SD Inpres Rimuku usai siswa dipulangka pasca gempa bumi. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Semua siswa sekolah dasar (SD) Inpres Rimuku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa dipulangkan.

Hal tersebut setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 Skala Richter (SR) yang berpusat di 45 kilometer Barat Daya Mamuju, Sulbar. 

"673 siswa terpaksa kita pulangkan antisipasi gempa susulan," kata Nurhidayah, KepalaSekolah  SD Inpres Rimuku, Selasa (6/9/2022).

Berdasarkan data cuitan Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat menyebutkan gempa terjadi pukul 09:31:23 WIB atau sekitar pukul 10.31 WITA.

Lokasi 2.67 Lintang Selatan dan 118.48 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Dikatakan, saat memberikan kebijakan pulang lebih awal, para siswa diminta untuk menunggu jemputan orangtua masing-masing.

"Saya minta semua wali kelas segera berkoordinasi dengan orangtua murid untuk menjemput anaknya," katanya.

Setelah mengevakuasi siswa di lapangan sekolah, Nurhidayah kemudian meminta tolong pihak kepolisian untuk mengamankan arus lalu lintas di depan SD Inpres Rimuku.

"Takutnya mereka panik dan berlarian keluar, jadi pagar saya tutup dan minta kepolisian amankan jalan," ujarnya.

Diketahui, bangunan SD Inpres Rimuku terdiri dari dua lantai dengan total sebanyak 24 kelas ditambah dengan dua ruang guru.

Masing-masing kelas dihuni 27 hingga 30 siswa. Setiap kelas terdiri dari 4 Rombongan Belajar (Rombel).

"Misal kelas satu, itu ada 1a, 1b, 1c, dan 1d, ditambah 40 orang guru," kata Nurhidayah.

Pihak sekolah SD Inpres Rimuku menunggu informasi selanjutnya untuk menentukan apakah siswa-siswi akan diliburkan.

"Kita menunggu, tapi semisal nanti ada susulan tetap akan saya liburkan tanpa menunggu instruksi karena ini menyangkut keselamatan anak-anak saya," tutupnya.

Dari hasil pantauan, rata-rata kondisi serupa terjadi di sejumlah sekolah.

Seperti yang terjadi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mamuju, sekitar 1000 peserta didik juga dipulangkan satu jam setelah gempa terjadi.

"Murid-murid tidak ada yang mau masuk kelas, takut susulan jadi setelah dirapatkan, kami ambil sikap untuk dipulangkan," pungkas Halimah, Kepala SMA Negeri 1 Mamuju. (*)

Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved