OPINI

Pembangunan Karakter Anti Korupsi Hasilnya Gagal Total!

Ini mengindikasikan kegagalan pembentukan karakter anti korupsi, bahkan di kampus yang dianggap pusat intelektual.

Editor: Ilham Mulyawan
Kompas.com/Nurwahidah
Ilustrasi Korupsi 

 

Oleh Mariani
Ibu Rumah Tangga

TRIBUN-SULBAR.COM - Bagai petir di siang bolong, sungguh mengejutkan, dunia pendidikan di rundung sebuah Praha.

Rektor Unila yaitu profesor Karomani tertangkap tangan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) saat sedang mengikuti acara character building di Bandung pada Sabtu 20 Agustus 2022 dini hari.

KPK langsung menahan rektor Unila tersebut bersama tiga tersangka lainnya lantaran kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di universitas Lampung.

Kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbud riset) menyatakan bahwa kejadian seorang rektor tertangkap KPK terkait kasus suap menjadi pelajaran untuk melakukan perbaikan.

Ini mengindikasikan kegagalan pembentukan karakter anti korupsi, bahkan di kampus yang dianggap pusat intelektual.

Hasil kajian Indonesia corrupction watch(ICW) mengungkapkan bahwa negara merugi Rp 1,6 triliun dari korupsi di sektor pendidikan sepanjang 2016-2021.

Peneliti ICW Dewi Anggraeni mengatakan terdapat 220 korupsi pendidikan yang ditindak aparat penegak hukum dalam waktu enam tahun terakhir.

Oleh karena itu, harus ada evaluasi sistem pendidikan sekuler yang berlangsung selama ini yang seharusnya bisa membedakan perbuatan baik dan perbuatan-perbuatan buruk. Sebab faktanya para petinggi atau lulusan perguruan tinggi banyak terseret pada kasus korupsi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved