Festival Sandeq Race 2022

Manajemen PT Astra Agro Lestari Ingin Generasi Muda Jaga Kelestarian Budaya Lewat Festival Sandeq

Oleh karenanya, Festival Sandeq berperan sebagai salah satu media mewariskan ilmu pelayaran ke generasi muda

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Masdin
Para peserta Festival Sandeq kembali bertanya dari Labuang, Kecamatan Banggae Timur, ke Palipi Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar, Kamis (1/9/2022) pagi. 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - PT Astra Agro Lestari Tbk mendukung penuh gelaran Festival Sandeq 2022, yang mengambil rute start dari Pelabuhan Silopo Polman, menuju titik finish di Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Sandeq adalah warisan budaya leluhur di Sulawesi Barat yang perlu dilestarikan sebagai kekayaan Indonesia,” ungkap Agung Senoaji, Community Development Area Manager (CDAM) Astra Agro Area Sulawesi 1.

Sembari menyebutkan, PT Astra memahami, budaya sandeq adalah kekayaan yang perlu mendapatkan perhatian dari seluruh stakeholder.

Baca juga: Sandeq Ratu Samudera dan Merpati Putih Rusak Dalam Perjalanan Etape Banggae-Sendana

Baca juga: Sambut Sandeq Race, DLHK Mamuju Bersihkan Sampah Pesisir Pantai Arteri Mamuju

Beberapa tahun terakhir perahu sandeq ditinggalkan sebagai alat transportasi menangkap ikan.

Itu membuat proses pewarisan ilmu terhenti.

Oleh karenanya, Festival Sandeq berperan sebagai salah satu media mewariskan ilmu pelayaran ke generasi muda dan tempat terjadinya inovasi terhadap perahu sandeq.

Terlebih, pada Festival kali ini, Sandeq akan berlayar dari Sulawesi Barat menuju Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.
“Tentu race kali ini juga menjadi sangat menarik,” imbuhnya.

Sandeq Race pertama kali dilaksanakan pada 1995 dengan menempuh rute Majene – Makassar. Balapan tersebut diikuti 15 perahu sandeq dari Kabupaten Polewali Mamasa dan Kabupaten Majene.

Sandeq adalah puncak kebudayaan Mandar dalam bidang kebaharian. Perahu Sandeq adalah Perahu bercadik warisan Austronesia. “Sandeq” sendiri berarti (tajam, runcing).

Pada masa lampau perahu ini digunakan untuk berdagang sampai ke Selat Malaka, Laut Sulu, Papua, Pulau Jawa serta menangkap ikan di laut lepas. Perahu Sandeq merupakan salah satu perahu layar tercepat di dunia yang mampu melaju dengan kecepatan 20 sampai 30 knot atau setara dengan 50 Km/Jam.

"Kami berharap agar pelaksanaan festival Sandeq tahun ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi dunia pariwisata di Sulbar dan semakin mendunia," tegasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved