Harga BBM Naik
Pemuda Pasangkayu Tolak Kenaikan BBM, Akan Demo di DPRD
Warga Pasangkayu menolak keras rencana kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp. 7.650 menjadi kisaran Rp.10.000 per liter
Penulis: Egi Sugianto | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-FPAK-Pasangkayu-Sahidin-SH-saat-mendatangi-gedung-DPRD-Pasangkayu-Juni-2022-lalu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Teriakan penolakan rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi diberbagai daerah tak terkecuali di Pasangkayu Sulawesi Barat.
Warga Pasangkayu menolak keras rencana kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp. 7.650 menjadi kisaran Rp.10.000 per liter
“Kami dari pemuda menolak keras rencana pemerintah soal kenaikan harga BBM ini,” ucap Ketua Forum Pemuda Anti Korupsi (FPAK) Pasangkayu, Sahidin SH, ditemui di salahsatu warkop di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pasangkayu, Selasa (30/8/2022).
Sahidin, menilai jika hal ini terjadi, maka akan mengorbankan rakyat menengah ke bawah,khususnya para pelaku UMKM di Pasangkayu.
“Sebabdiangka angka kisaran Rp 10 ribu rupiah, apakah pelaku UMKM ini akan mampu membeli BBM lagi ini,” ujarnya
Menurutnya, kondisi harga BMM saat ini, saja masyarakat di Pasangkayu sudah banyak yang mengeluh.
“Apalagi kalau ini dipaksakan mau dinaikan lagi, mau seperti apa nantinya,”ucapnya.
Dikatakan, kebijakan menaikan harga BMM bukan solusi tepat di masa pandemi yang belum sepenuhnya berakhir.
“Menurut pandangan saya belum tepat pemerintah menaikkan harga BBM. Ini bukan solusi diberikan, justru mencekik rakyat kecil,” terangnya.
Terkait rencana penolakan ini, Sahidin bersama FPAK Pasangkayu berencana akan turun melakukan aksi di gedung DPRD Pasangkayu.
“Satu dua hari ini, kita akan aksi terkait penolakan ini,” demikian ucap mantan Plt Komisariat HMI Bontang cabang Sangatta, Kalimantan Timur itu.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto