Berita Pasangkayu

Pelaku Pencabulan di Pasangkayu Terancam Penjara 15 tahun, Pelaku Masih Kerabat Korban

Tersangka, BK merupakan warga asal Kabupaten Mamasa yang tinggal di Kecamatan Duripoku, terbukti melakukan persetubuhan dengan korban sekaligus.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Egi Sugianto
Tersangka dugaan pencabulan BK (berdiri) saat dihadirkan dalam Press Release Ops Pekat Marano di Mapolres Pasangkayu, Senin (29/8/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Tersangka BK (29) pelaku yang tega menghamili anak dibawah umur di Pasangkayu, Sulawesi Barat diancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasatreskrim Polres Pasangkayu, IPTU Ronald Suhartawan Hadipura mengatakan, ancaman hukuman ini dijelaskan melalui Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2016 tentang penetapan PP Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU JO Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Kemudian, ada pasal 81 ayat (1) itu berbunyi, Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat (5) lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar rupiah.

Baca juga: Mucikari di Pasangkayu Diamankan Polisi Terancam Penjara 1 Tahun 4 Bulan

"Dijelaskan pasal (76D) setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain," ujar Ronald.

Pasal 64 ayat 1 KUHPidana berbunyi, jika antara beberapa perbuatan atau pelanggaran , ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, maka hanya diterapkan satu aturan pidana : Jika berbeda-beda, yang diterapkan yang membuat ancaman pidana pokok yang paling berat.

Tersangka, BK merupakan warga asal Kabupaten Mamasa yang tinggal di Kecamatan Duripoku, terbukti melakukan persetubuhan dengan korban sekaligus.

Kasus ini heboh, dimana korbannya adalah kakak dan adik yang kini tengah hamil dengan usia kandungan 8 bulan.

Kedua korban kakak beradik yakni perempuan inisial L (16) dan D (14) tahun.

“Korbannya hamil 8 bulan,” jelas Kasat Reskrim Polres Pasangkayu.

Sebelumnya, diberitakan Polres Pasangkayu berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak, Senin (29/8/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved