Festival Sandeq Race 2022

Makna Festival Sandeq untuk Samsi Passandeq Asal Pambusunag, Wadah Lestarikan Budaya Leluhur

Samsi berharap generasi muda ikut mempelajari cara membuat kapal sandeq, agar tetap dilestarikan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun/Tribun-Sulbar.com
peserta festival sandeq 2022, Samsi, asal Pambusuang, ia banyak cerita tentang makna festival sandeq, saat ditemui di Pantai Silopo, Polman, Selasa (30/8/2022). (Fahrun). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Festival sandeq Race 2022 akan dimulai pada Rabu (31/8/2022) besok, dengan titik start dari Pelabuhan Silopo, Polewali mandar (Polman).

Seorang peserta Sandeq, Samsi menyebutkan ini kali ketiga dia ikut menjadi peserta.

Sebelumnya di tahun 2015 ia ikut, saat itu Sandeq Race, etape pantai Majene hingga pantai Polman.

Baca juga: Cerita Sirajuddin Peserta Sandeq Race Asal Majene, Siap Taklukkan Ombak hingga IKN

Baca juga: Akmal Malik Serahkan Rompi Keselamatan ke Peserta Festival Sandeq 2022 di Pantai Silopo Polman

Tahun 2017, ia juga ikut menjadi peserta, saat itu sandeq race berlayar hingga pantai losari, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Samsi, festival sandeq bukan hanya kemeriahan atau sekedar festival seremoni belaka.

"Melainkan merawat budaya leluhur yang harus dilestarikan, serta terdapat doa dan harapan di dalam lombanya," terang Samsi saat ditemui di pantai Silopo, Polman, Selasa (30/8/2022).

Perahu sandeqnya ia beri nama Dewa Ruci, yang selalu setia menemani sampai saat ini.

Setiap hendak mengarungi lautan, ia bersama keluarganya selalu baca syukuran.

"Itu harapan saat mencari nafkah, apalagi ini lomba yang rutenya terpanjang," tambahnya.

Ia pun berharap kepada generasi muda Sulbar, agar merasa bangga memiliki perahu tercepat itu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved