Pemilu 2024

KPU Usulkan Pemilu 2024 Dimajukan, Gerindra Sulbar: Nggak Masalah, Asal Tidak Asalan

Namun Isra meminta agar harus ada jaminan kepada masyarakat atas pelaksanaan berjalan aman dan demokratis.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Ilham Mulyawan
isra for Tribun Sulbar
Sekretaris Gerindra Sulbar Isra D Pramulya.(Foto Isra) 

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekretaris Gerindra Sulbar Isra D Pramulya memanggapi rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, yang ingin memajukan jadwal Pemilu 2024.

Sebelumnya Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengatakan pihaknya akan mencoba mengusulkan memajukan jadwal Pilkada Serentak 2024 ke September.

Usulan ini didasari soal makna sistem keserentakan yang hanya berlaku pada keserentakan dalam pencoblosannya, tapi bukan dengan pelantikan calon terpilihnya.

Padahal menurut Hasyim, pengaturan waktu pencoblosan di UU Pilkada yang saat ini ditetapkan November punya semangat keserentakan yang bermakna bersama-sama dengan pelantikan pejabat legislatif dan eksekutif.

Namun, bila waktu pencoblosan Pilkada 2024 tetap dilakukan bulan November, maka berdasarkan hitung-hitungan KPU RI selaku desainer penyelenggaraan pemilu, pelantikan kepala daerah di tahun yang sama dengan pelantikan presiden dan wakil presiden sulit untuk bisa terealisasi.

Sehingga terkait ini, Isra mengatakan tidak menjadi masalah jika pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dimajukan.

Namun, harus ada jaminan kepada masyarakat atas pelaksanaan berjalan aman dan demokratis.

"Mau kapanpun pilkadanya yang penting penyelenggara gak asal-asalan melaksanakan pilkada yang penting mereka menjamin amannya suara rakyat," kata Isra, saat dihubungi melalui pesan WhastApp, Selasa (30/8/2022).

Dia setuju jika dimajukan pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Mengingat, penyelenggara akan kewalahan dalam menjalankan tugas karean berdekatan Pemilu dan Pilkada 2024.

"Hanya, memang lebih baik kalau agak panjang rentang waktu antara pemilu dengam pilkada," ungkap Isra.

Perlunya, dipertimbangkan stamina penyelenggara.

Termasuk, faktor sosial kemasyarakatan.

"Jangan sampai masyarakat terlalu lelah berpesta politik dan tidak ada jeda untuk berpikir jernih. Lalu akhirnya asal-asalan memilih pemimpin daerah," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved