Kemenkumham Sulbar

Klarifikasi Karutan Majene Terkait Penangkapan Warga Binaan Status Asimilasi di Polman

Tak hanya itu, Mansyur menerangkan salah seorang pelaku lain yang diduga terkait dengan narkoba yang ditangkap bersama R adalah A

Editor: Ilham Mulyawan
Kemenkumham Sulbar
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Majene, Mansyur, 

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Majene, Mansyur, angkat bicara terkait penangkapan seorang warga binaan berinisial R, oleh pihak Polres Polman beberapa waktu lalu.

Warga binaan itu saat ini menjalani asimilasi rumah di jajarannya

Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat.

Mansyur membenarkan, Polres Polewali Mandar melakukan penangkapan kepada 2 orang yang diduga pelaku narkoba, diantaranya adalah R ditangkap bersama seorang tersangka lain yang di wilayah hukum Polewali Mandar

“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan pihak kepolisian tidak menetapkan (R) sebagai tersangka sehingga selanjutnya bersangkutan dilepaskan," ujar Mansyur.

Tak hanya itu, Mansyur menerangkan salah seorang pelaku lain yang diduga terkait dengan narkoba yang ditangkap bersama R adalah A ditetapkan sebagai tersangka dan bukan warga binaan Rutan Majene.

“Selanjutnya, terkait hasil pengembangan dari kasus tersebut juga diduga terlibat dengan salah seorang warga binaan yang juga berinisial R yang saat ini menjalani pidana di Rutan Majene," ia menambahkan.

Akan tetapi, setelah pihak Kepolisian melakukan pemeriksaaan di Rutan Majene, bersangkutan tidak terbukti terlibat dengan kasus tersangka tersebut.

Mansyur menegaskan, pihaknya akan terus membuka diri jika ada warga binaan di jajarannya yang terlibat dengan narkoba.

“Kementerian Hukum dan HAM telah berkomitmen untuk ikut memberantas peredaran narkoba, andaipun ada warga binaan, terlebih pegawai di jajaran Rutan Majene yang terbukti terkait dengan penggunaan ataupun peredaran narkoba, kami persilahkan untuk diproses secara hukum," terangnya lagi.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved