Kamis, 7 Mei 2026

Tribun Kuliner

Laris Manis Putu Soppa Jajanan Tradisional Bugis Sulsel Eksis di Mamuju Tengah

Jajanan putu soppa merupakan jajanan tradisional yang hingga kini masih banyak diminati termasuk di Mamuju Tengah.

Tayang:
Penulis: Samsul Bachri | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Laris Manis Putu Soppa Jajanan Tradisional Bugis Sulsel Eksis di Mamuju Tengah
Tribun Sulbar / Syamsul Bachri
Tampilan putu Soppa, jajanan tradisional bugis masih eksis di Mamuju Tengah, Kamis 25/8/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Putu ‘Soppa’ jajanan khas bugis kini masih eksis di Mamuju Tengah.

Jajanan putu soppa merupakan jajanan tradisional yang hingga kini masih banyak diminati.

Khususnya masyarakat bugis yang bermukim di Mamuju Tengah.

Putu ini biasanya dijadikan sebagai pengganti sarapan.

Kata ‘Soppa’ sendiri merupakan bahasa bugis yang artinya mendorong.

Karena kue putu yang sudah masak didorong dengan menggunakan alat agar keluar dari cetakan.

Putu ini dimasak dengan cara dikukus menggunakan panci yang telah di modifikasi.

Dalam sekali masak, bisa menghasilkan 7 hingga 8 biji putu, tergantung ukuran panci yang digunakan.

Waktu masaknya pun tergantung ukuran putu, biasanya 10-15 menit.

Pada awalnya cetakan putu Soppa ini menggunakan bambu, seiring berkembangnya jaman, kini pembuatnya menggunakan pipa PVC.

Seperti kue putu pada umumnya, bahan dasar putu soppa ini terbuat dari tepung beras dan tepung ketan.

Kedua bahan dasar tersebut dicampur dan biasanya diberi pewarna dengan menggunakan pandan pasta agar terlihat menarik serta mengeluarkan aroma pandan.

Setelah matang diberi parutan kelapa.

Namun bedanya, putu soppa ini memiliki sambal khas yang merupakan ciri dari putu tersebut.

Sambal yang terbuat dari ampas endapan sisa pembuatan minyak goreng, atau biasa disebut tai minyak.

Tai minyak ini diolah sedemikian rupa dengan bumbu sehingga menjadi sambal sebagai pelengkap saat menikmati putu satu ini.

Di Mamuju Tengah sendiri, penjual putu soppa ini bisa dijumpai di beberapa tempat.

Salah satunya di Jl. Trans Sulawesi Benteng, Tobadak, Mamuju Tengah (atau berjarak kurang lebih 100 meter dari Tugu Benteng).

Penjualnya adalah Mahdaniah (41) perantau dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Ia mengaku menjual putu soppa sudah berjalan puluhan tahun.

“Sudah lama pak, sekira 10 tahun,” ungkap ibu dua anak ini saat ditemui di lokasi penjualannya, Kamis (25/8/2022).

Mahdaniah menjual mulai pukul 05.30 hingga pukul 09.00 Wita.

"Ini kan kue pengganti sarapan pagi, jadi kita jualnya hanya sampai pukul 09.00 Wita.

Dalam sekali penjualan Mahdaniah biasa habiskan 5 hingga 7 kg tepung beras.

“Tapi kalau lagi laris pak, biasa sampai 10 kg di buat,” ujarnya.

Putu soppa miliknya dijual dengan harga Rp 2-4 ribu per biji, sudah termasuk sambal.

Selain putu soppa Mahdaniah juga menjual gogos dan buras serta beberapa jenis kue kering lainnya.

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved