Harga BBM Naik

Pertalite Akan Naik, Ekonom Unsulbar Sebut Harga Bahan Pokok Juga Akan Ikut Naik

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Ekonom Unsulbar: Diikuti Naiknya Harga Bahan Pokok

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Wahyu Maulid Adha
Ketua senat Fakultas Ekonomi Unsulbar, Wahyu Maulid Adha menyampaikan analisa soal kenaikan harga BBM jenis Pertalite. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah pusat merencanakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite bersubsidi.

Saat ini harga Pertalite Rp 7.500 per liter, dan rencananya akan naik menjadi Rp 10 ribu per liter.

Ekonom Unsulbar, Wakil dekan satu bidang akademik Fakultas Ekonomi Unsulbar, Wahyu Maulid Adha, menyampaikan analisa dampaknya.

Baca juga: BBM Pertalite Akan Naik, Sopir Mobil Mamuju: Kita Akan Naikkan Harga Sewa

Baca juga: PMII Mamuju Akan Aksi Besar-besaran Tolak Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi

Dijelaskan kenaikan Pertalite itu akan memicu terjadinya inflasi, sebab harga bahan pokok akan ikut naik.

"Secara hukum ekonomi, naiknya Pertalite akan diikuti naiknya harga bahan pokok, dan memicu terjadinya inflasi," terangnya, Rabu (24/8/2022).

Lebih lanjut, ia melihat kelas masyarakat kebawah atau yang rentan akan terbebani.

Sebab subsidi selalu mengarah ke pemenuhan konsumsi masyarakat kelas bawah.

"Tentunya membebankan untuk masyarakat kelas menengah kebawah yang pendapatannya rendah," lanjut dosen prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unsulbar itu.

Menurutnya kebijakan pemerintah tersebut, waktunya kurang tepat.

Sebab saat ini masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ia pun menyarankan untuk mecari instrument lain dalam mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dan Solar pada pekan depan.

Luhut mengungkapkan, harga BBM subsidi yang saat ini sudah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun.

Soal dampak kenaikan harga BBM subsidi ke inflasi, Luhut mengatakan, hal itu akan tergantung dari besaran harga kenaikan harga Pertalite dan Solar.

Luhut mengatakan, kebijakan kenaikan harga BBM merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengurangi beban APBN.

Selain itu, pemerintah juga mengaku sudah melakukan upaya peralihan ke kendaraan listrik, penggunaan biofuel.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved