harga telur naik

Harga Telur Mahal, Penjual Jamu di Topoyo Tak Pakai Telur

Menurutnya, selain kenaikan harga, telur ayam kampung juga susah di dapatkan.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samsul Bachri
Caturini (Mbak Rini) penjual jamu keliling di Topoyo, Mamuju Tengah, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Tak hanya telur ayam ras, telur ayam kampung pun mengalami kenaikan.

Hal ini dirasakan Caturini, penjual jamu keliling di Topoyo, Mamuju Tengah.

Menurutnya, selain kenaikan harga, telur ayam kampung juga susah di dapatkan.

“Selama telur naik, nggak pernah mi pakai telur, apa lagi kalau telur ayam kampung susah didapat pak,” ungkap Caturini saat ditemui di Pasar Tradisional Topoyo, Mamuju Tengah, Rabu (24/8/2022).

"Sekarang jual jamu biasa pak, tak pakai telur," sambungnya.

Wanita 37 tahun ini mengaku, jamunya sudah tidak pakai telur sejak setahun lalu.

“Sudah lebih setahun pak, saya jual jamu biasa. Ya khawatir pelanggan berkurang, karena otomatis kalau pakai telur tentu harga jamu juga dinaikkan,” tutur Caturini penjual Jamu sejak 2007 lalu.

Caturini menjual jamu keliling dengan dua rasa, yakni pahit dan manis.

Dalam satu gelas, jamu milik Caturini dijual dengan harga Rp 5 ribu.

Selain harga telur ayam kampung, Caturini juga mengeluhkan kenaikan harga bahan dasar pembuatan jamu.

“Bahannya kini mahal semua pak, jahe kencur dan beberapa bahan lainnya. Hampir semua bahan pokok naik pak,” keluhnya.

Dia berharap, harga bahan pokok bisa kembali normal agar usaha penjual makanan ataupun minuman dapat terus berjalan.

“Harapannya sih pak bahan pokok normal, biar penjual seperti saya ini usahanya tetap bisa berjalan,” pungkasnya.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved