Jumat, 5 Juni 2026

Doa Islam

Doa Memasuki Bulan Safar dan Amalan yang Perlu Dilakukan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Awal bulan Safar atau 1 Safar 1444 Hijriah bertepatan dengan 29 Agusutus 2022. Memasuki bulan Safar, umat islam dianjurkan untuk berdoa.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Doa Memasuki Bulan Safar dan Amalan yang Perlu Dilakukan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
Kolase Tribun-Sulbar.com
ILUSTRASI - Doa dan amalan bulan Safar 

TRIBUN-SULBAR.COM - Umat Islam akan segera meninggalkan bulan Muharram 1444 Hijriah dan memasuki awal bulan Safar.

Bulan Safar merupakan bulan kedua setelah Muharram dan penanggalan kelender hijriah atau kelender islam.

Awal bulan Safar atau 1 Safar 1444 Hijriah bertepatan dengan 29 Agusutus 2022.

Baca juga: Doa Islam - Amalkan Doa Ini Agar Pekerjaan dan Rezekimu Dimudahkan dan Dilancarkan Allah SWT

Memasuki bulan Safar, umat islam dianjurkan untuk berdoa.

Adapun doa yang dipanjatkan memasuki bulan Safar 1443 Hijriah sebagaimana dikutip dari iqra.id :

Doa yang dianjurkan oleh Rasulullah dan para ulama agar terhindari dari segala keburukan dan musibah

Berikut ini doa bulan Safar latin dan artinya lengkap.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحْبَابِي وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِم لِي فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَلِأَهْلِي وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي وَجِمْيعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Latin:

Bismilahirrahmanirrahim. Wa shallallahu ta’âla ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala âlihi wa shahbihi ajma’în. A’ûdzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi. Wa as`aluka bi jalâlika wa jalâli wajhika wa kamâli jalâli qudsika an tujîrani wa walidayya wa ahlî wa ahbâbi wa mâ tuhîthuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati. wa qini syarra mâ qhaddaita fîha, washrif ‘anni syarra syahri shafar, yâ Karîman nazhar, wakhtim lî fî hâdzas syahri wad dahri bis salamati wal ‘afiyati lî wa liwâdayya wa aulâdi wa li ahli wa mâ tahûthuhu syafaqatu qalbi wa jamî’il muslimîn. Wa shallallahu ta’âla ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘alâ âli wa shahbihi wa sallam.

Artinya:

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad SAW dan keluarganya serta sahabatnya semuanya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu. Aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu. Supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku, dari keburukan tahun ini. Dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya. Palingkanlah dariku keburukan pada bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada baginda kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya.”

Keutamaan Berdoa di Bulan Safar

Bulan Safar, ada yang memaknai sebagai bulan penuh kesialan hingga musibah.

Namun, persepsi tersebut tidak dibenarkan Rasulullah SAW.

“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan Bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).

“Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata:

“Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut ?”.

Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam bersabda: “.Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Musibah maupun kesialan seseorang sebagaimana terkandung dalam rukun Iman untuk meyakini qada dan qadar.

Demikian, perlu diyakini bahwa Bulan Safar seperti bulan biasanya.

Di mana ada keistimewaan dan keutamaan beribadah yang dapat dikerjakan umat muslim.

Tak ada salahnya, setiap bulan maupun waktu menjadi ladang instrospeksi diri meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Rasulullah dan para sahabat memang tidak mencontohkan amalan-amalan tertentu di Bulan Safar.

Namun, berikut ini beberapa keutamaan dan amalan yang dapat dikerjakan di Bulan Safar, dilansir dari berbagai sumber.

1. Meningkatkan ketakwaan

Seorang muslim maupun manusia umumnya berupaya menjadi pribadi yang lebih baik.

Sekalipun sudah baik, untuk menjadi taat dan lebih baik adalah ibadah abadi yang dikejakan manusia.

Muslim khususnya diperintahkan untuk menjunjung tinggi nilai ketauhidan dan menjauhi khurafat, (mitos atau dugaan).

2. Memperbanyak dzikir

Amalan berdzikir sebenarnya tak pernah lepas dikerjakan setiap saat.

Berdzikir adalah akikatnya menjadi kewajiban umat muslim.

Sebagaimana termaktub dalam Ummul Quran dan bacaan doa lainnya.

“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).

3. Salat Dhuha

Selain Salat fardu lima rakaat, muslim sangat dianjurkan melaksanakan Salat sunnah Rasulullah.

Salah satunya adalah Salat Dhuha.

Tentu saja mengerjakan amalan Salat Dhuha dapat dilakukan di Bulan Safar maupun bulan lainnya.

Terdapat keutamaan bagi muslim yang melaksanakan Salat Dhuha.

Rasulullah SAW bersabda :

“Salat Dhuha itu salat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).

4. Salat Berjemaah

Bagi kaum adam, Salat berjemaah di Masjid hendaknya menjadi muakkad.

Pasalnya keistimewaan melaksanakan Salat berjemaah di Masjid mendapatjan pahala 27 kali lipar dari salat sendirian.

5. Membaca Al Quran

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).

Oleh karena itu amalan membaca Al Quran menjadi amalan yang sangat dianjurkan dikerjakan muslim hakikatnya setiap saat.

Nah, itulah beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada Bulan Safar.

Masih banyak amalan lainnya yang dapat dikerjakan muslim.

Seperti berpuasa sunnah, memanjatkan Shalawat Nabi, bersedekah dan lain sebagainya.

(tribun-sulbar.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved