Berita Mamuju

KISAH Suyanto, Jualan Bakso Telur Seharga Rp1.000 di Mamuju, Raup Untung Hingga Rp200 Ribu Per Hari

Keuntungan inilah yang digunakan Yanto untuk kehidupan sehari-harinya dan dikirimkan kepada keluarga di kampung.

Penulis: Zuhaji | Editor: Ilham Mulyawan
Zulhaji/Tribun-Sulbar.com
Suyanto, penjual bakso telur di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tak klop rasanya jika di area sekolah tak ada pedagang camilan dan minuman.

Bak makan sayur tanpa garam, para murid sekolah mulai tingkat SD hingga SMA kerap kali jajan untuk sekadar menahan lapar dan dahaga.

Alasan lainnya, memanjakan lidah, karena tak sedikit camilan murah yang dijajakan para pedagang jalanan itu dijual dengan harga terjangkau, alias ramahi untuk kantong anak sekolahan.

Di satu sisi, para pedagang juga diuntungkan.

Walau murah, yang penting ada keuntungan bisa diperoleh untuk dibawa pulang di rumah, mmebuat asap dapur tetap mengepul.

Inilah yang juga dirasakan Suyanto (38), seorang warga asal Jawa Timur.

Sehari-hari Suyatno jualan di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Sulawesi Barat.

Disana dia jualan Bakso telur (Bastel).

Di Lapangan Ahmad Kirang saat ini memang jadi kelas 'sementara' untuk siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Mamuju.

Maklum, gedung sekolah mereka masih tahap renovasi, pasca terdampak gempabumi 15 januari 2021 lalu.

Sehingga harus sekolah sementara di lapangan ini.

"Saya jualan pentol goreng atau Bakso Telur (Baster) dikasih nama anak-anak," kata Suyanto.

Dalam sehari, ia mampu menjual tiga hingga empat kilogram bastel, dengan keuntungan Rp150 hingga Rp200 ribu.

Keuntungan inilah yang digunakan Yanto untuk kehidupan sehari-harinya dan dikirimkan kepada keluarga di kampung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved