Berita Majene

Jalan Utama Ditutup Pemilik Lahan, Mahasiswa dan Dosen STAIN Majene Lewat Jalur Alternatif

Dampaknya, mahasiswa hingga dosen yang hendak ke STAIN Majene kembali menempuh jalur alternatif, dengan jarak yang lebih jauh.

Penulis: Masdin | Editor: Ilham Mulyawan
masdin/Tribun-Sulbar.com
Kabag Administrasi Umum Mahasiswa dan Keuangan STAIN Majene, Muhammad Said saat ditemui di gedung Rektorat, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dipalang menggunakan bambu, Senin (22/8/2022) siang. 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Pemilik lahan terpaksa menutup akses jalan utama menuju kampus STAIN Majene, Senin (22/8/2022).

Mereka kecewa, karena pemerintah Kabupaten Majene maupun pihak kampus hingga saat ini belum mempunyai niat untuk melunasi pembebasan lahan untuk jadi akses jalan tersebut.

Sehingga jalan masuk kampus, yang berada di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) ditutup pakai bambu.

Baca juga: Akses Jalan ke STAIN Majene Ditutup, Pemilik Lahan: Jalan Ini Belum Dilunasi Pembayarannya

Dampaknya, mahasiswa hingga dosen yang hendak ke STAIN Majene kembali menempuh jalur alternatif, dengan jarak yang lebih jauh.

Meski ditutup, Kabag Administrasi Umum Mahasiswa dan Keuangan STAIN Majene, Muhammad Said menuturkan penutupan jalan ini tidak berdampak banyak ke proses perkuliahan.

Tutup Jalan - Jalan utama masuk STAIN Majene di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dipalang menggunakan bambu, Senin (22/8/2022).
Tutup Jalan - Jalan utama masuk STAIN Majene di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dipalang menggunakan bambu, Senin (22/8/2022). (masdin/Tribun-Sulbar.com)

"Untung kita ada jalan alternatif jadi perkuliahan tidak terhambat. Hanya aksesnya sebenarnya lebih dekat dan praktis jika lewat jalan utama yang disegel," ujarnya saat ditemui di gedung Rektorat STAIN Majene, Senin (22/8/2022) siang.

Muhammad Said menegaskan, ahli waris yang menutup jalan STAIN Majene ini bukan tidak setuju dengan pembangunan jalan.

Ia mengaku mereka sangat legowo, bahkan mendukung dengan adanya pembangunan jalan untuk lembaga pendidikan.

"Sebenarnya ini hanya upaya ahli waris agar pembayaran dari Pemda ini jelas, itu sebenarnya pembayaran tanahnya," tegas Said.

Jalan STAIN Majene ditutup warga
Jalan STAIN Majene ditutup warga (masdin/Tribun-Sulbar.com)

STAIN Majene sendiri terkait persoalan ini sudah melakukan mediasi dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk meminta solusi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved