OPINI

Seperti Apa Makna Kemerdekaan Hakiki?

Kapitalisme Sekulerisme ini adalah sebuah pandangan hidup yang mengharuskan pemisahan agama dari kehidupan juga dari negara.

Editor: Ilham Mulyawan
Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com
Proses pengibaran bendera merah putih di Kabupaten Mamasa, Selasa (17/8/2021) 


Satriah
Pengurus MT Mar' Atul Mut Mainnah

TRIBUN-SULBAR.COM - Dirgahayu Kemerdekaan yang ke-77 tahun sudah diperingati bertepatan pada Rabu, 17 Agustus 2022 lalu.

Sebagaimana tahun tahun sebelumnya semarak kemerdekaan ini disambut dengan berbagai perlombaan.

Perlombaan ini diadakan oleh masyarakat di setiap daerah dan jenis lomba yang diadakan pun sama.

Seperti lomba gerak jalan, panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk dan lainnya.

Berbagai perlombaan ini tidak lain merupakan bentuk kegembiraan atas kemerdekaan Negara kita tercinta. Namun, yang jadi pertanyaan adalah benarkah Negara ini sudah merdeka secara hakiki?

Mungkin pertanyaan ini seringkali muncul disetiap momentum perayaan hari kemerdekaan. Namun, bukan sekedar jawaban "Ya" atau "Tidak" yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Akan tetapi tindakan seperti apa yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk meraih kemerdekaan hakiki tersebut.

Kata merdeka dalam kamus besar bahasa Indonesia maknanya adalah bebas dari penjajahan tidak terikat dan tidak tergantung pada orang atau pihak tertentu. Berdasarkan makna ini bagaimana dengan negara kita tercinta? Apakah negara kita layak dikatakan telah merdeka secara hakiki ?

Dari segi penjajahan fisik siapapun bisa melihat bahwa negara kita telah merdeka sejak keberhasilannya mengusir para penjajah Belanda beserta sekutunya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved