Tanah Bergerak Mamasa

70 Warga Mamasa Masih Mengungsi Imbas Tanah Bergerak

Warga bertahan di dalam tenda setelah fenomena gerakan tanah yang merusak belasan rumah di Mamasa.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Barnebas
Kondisi retakan tanah di rumah warga akibat tanah bergerak di Desa Pidara,Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tanah bergerak membuat sejumlah rumah rusak dan 200 KK Mengungsi. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sejumlah warga Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), masih mengungsi hingga Jumat (19/8/2022).

Mereka bertahan di dalam tenda setelah fenomena gerakan tanah yang merusak belasan rumah di Mamasa.

"Sampai saat ini masih mengungsi, " kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Mamasa, Andarias kepada tribun melalui pesan Whatsapp, Jumat (19/8/2022).

Mereka tinggal di dalam tenda yang telah disiapkan dan didirikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamasa.

Jumlah warga mengungsi sekitar 70 orang dengan jumlah 19 kepala keluarga (KK)

Mereka yang mengungsi terdiri 16 orangtua, 45 orang dewasa dan sembilan orang anak anak.

Warga terpaksa mengungsi karena khawatir adanya pergerakan tanah susulan yang membahayakan mereka.

Fenomena mulai terjadi sejak Minggu (14/8/2022).

Pergerakan tanah ini diawali dengan retakan kecil. (San)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved