OPINI

Utang Negara Makin Menggunung, Pemerintah Berkelit Investasi Produktif?

Dampak peningkatan utang ini jelas akan menyebabkan beban yang tidak semestinya pada generasi mendatang.

Editor: Ilham Mulyawan
Ist/Tribun-Sulbar.com
Rahmawati, S. Pd, Ketua Majelis ta'lim Mar'atul Muthmainna 

 

Oleh : Rahmawati, S.Pd
Ketua Majelis Ta'lim Mar'atul Muthmainnah

TRIBUN-SULBAR.COM - Utang Indonesia mencapai Rp7.123 triliun pada semester 1-2022.

Utang tersebut meningkat Rp 121 triliun dari Mei 2022 sebesar Rp 7.002 triliun.

Secara rasio, jumlah utang pemerintah terhadap produk Domestik Bruto (PDB) tercata naik sebesar 39,56 persen, naik 0,68 persen dibanding posisi Mei di 38,88 persen.

Jika teringat kasus Sri Lanka yang mengumumkan gagal membayar utang luar negeri sebesar 51 miliar dollar AS atau setara Rp732 triliun, membuat masyarakat menyoroti utang luar negeri Indonesia dan mengkhawatirkan negara akan mengalami hal serupa.

Pasalnya, per 28 Februari 2022, utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 7 ribu triliun.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari bulan Januari, yakni sebesar Rp 95,43 triliun dalam sebulan.

Lalu bagaimana nasib utang negara Indonesia? Masihkah dalam kondisi yang wajar?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa utang Indonesia terbilang besar. Namun, menurutnya Indonesia mampu membayar utang tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved