OPINI

Partai Daftar Pemilu, Harapan Solusi Masalah Umat?

Kenyataannya justru masyarakat belum melihat dan merasakan peran sentral para parpol untuk rakyat selain saat pemilu.

Editor: Ilham Mulyawan
ist
Ilustrasi Pemilu yang kerap kali jadi ajang money politics di Indonesia 

 

Oleh: Munawwarah Rahman

TRIBUN-SULBAR.COM - Menjelang pemilu tahun 2024 mendatang sejumlah partai politik berbondong-bondong mendatangi Gedung Komisi Pemilihan (KPU) untuk mendaftarkan partai politik (parpol) peserta pemilihan umum (Pemilu).

Pemilu yang akan diikuti oleh beberapa Parpol memiliki persyaratan yang diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017.

Beberapa syarat pendaftaran ada dalam pasal 173 ayat 2 diantaranya berstatus badan hukum sesuai dengan undang-undang tentang partai politik, memiliki kepengurusan di seluruh provinsi, memiliki kepengurusan di 75 persen jumlah kabupaten atau kota di provinsi yang bersangkutan dan beberapa syarat lainnya.

Berkaitan dengan partai politik tentu tidak hanya berbicara seputar administrasi namun yang paling penting dan menjadi pertanyaan adalah apakah partai politik sudah memainkan peranan dan fungsinya dengan baik di masyarakat?

Kenyataannya justru masyarakat belum melihat dan merasakan peran sentral para parpol untuk rakyat selain saat pemilu.

Begitu juga dengan kader yang telah terpilih setelah pemilu yang belum menjamin bahwa mereka akan berdedikasi untuk rakyat sebagaimana yang sering di agung-agungkan yaitu dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Bahkan yang terlihat semakin banyak para kader yang terlibat kasus korupsi setelah mereka diberi kepercayaan penuh oleh rakyat.

Masih segar dalam ingatan bagaimana para kader tertangkap tak terkecuali para petinggi yang diberitakan terlibat dalam kasus korupsi yang belum menemui titik penyelesaian sampai saat ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved