Remisi Kemerdekaan

Dapat Remisi Kemerdekaan, Ansar Warga Binaan Rutan Pasangkayu Langsung Bebas 'Mau Pulang Kampung'

Ansar langsung dinyatakan bebas, usai upacara HUT RI dan setelah penyerahan resmisi di kantor Rutan Kelas II B Pasangkayu di Desa Randomayang

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Egi Sugianto
Bupati Pasangkayu H Yaumil Ambo Djiwa secara simbolis menyerahkan berkas remisi kemerdekaan tahanan di Rutan Kelas II B Pasangkayu di aula Rutan Kelas II B Pasangkayu, Rabu (17/8/2022). Satu diantara Warga binaan itu adalah Ansar yang langsung bebas 

TRIBUN-SULBAR COM, PASANGKAYU - Sebanyak 732 Warga binaan se-Sulawesi Barat mendapat remisi kemerdekaan di HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022).

Dari total 732 orang itu, ada satu di antaranya langsung bebas.

Namanya Ansar.

Baca juga: 53 Orang dari 121 Warga Binaan Rutan Majene Dapat Remisi Kemerdekaan, Tertinggi Pengurangan 5 Bulan

Baca juga: 732 Tahanan di Sulbar Terima Remisi Kemerdekaan, Satu Orang Remisi Bebas

Dia merupakan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu.

Ansar langsung dinyatakan bebas, usai upacara HUT RI dan setelah penyerahan resmisi di kantor Rutan Kelas II B Pasangkayu di Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu, Rabu (17/8/2022).

Sebelumnya Ansar dijatuhi hukuman vonis 6,5 bulan bui, atas kasus pengerorokan di daerah Tikke beberapa bulan lalu.

Ansar berasal dari Dusun Mardde, Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Raya.

Usia serah terima remisi, Ansar, mengaku bersyukur karena segera akan mengirup udara bebas.

"Saya terima kasih saja," ucapnya dengan nada singkat ditemui di lokasi serah terima remisi.

Diakuinya, bawah ia dari Dusun Mardde tesebut, dan akan kembali ke kampungnya setelah ini.

"Kembali ke kampung," ucapnya.

Disaat yang bersamaan Kepala Rutan Pasangkayu, Aris Supriyadi, berharap agar seluruh Warga Binaan yang sempat menjadi penghuni Rutan Kelas IIB Pasangkayu agar diterima dengan baik di masyarakat.

"Kita butuh peran, dan dukungan masyarakat agar menerima warga yang sempat penghuni Rutan," imbuhnya.

Dikatakan, bahwa sesungguhnya tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang yang tersesat.

Kalimat itu juga yang menjadi motto pelayanan di Rutan Kelas IIB Pasangkayu.

"Pemberian remisi Kita harapkan menjadi motivasi yang lebih baik dan ketika kembali ke masyarakat nantinya. Masyarakat tidak menstigma mantan warga binaan, karena mereka bukan penjahat tapi tersesat," jelasnya

Aris, menjelaskan di Lapas maupun di Rutan, pembinaan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat.

"Artinya apa, warga binaan yang tadinya betul-betul taubat, insaf dan karena di masyarakat selalu distigma akhirnya mereka merasa dikucilkan, makanya saya berharap agar di masyarakat diterima dengan baik," harapnya.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Egi Sugianto

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved