Liga Santri

Kalah di Final Liga Santri Sulbar, Al Bana Pasangkayu Merasa Tidak Puas

AL Bana Pasangkayu merasa tidak puas hasil diraihnya pada laga final liga santri Sulbar yang dipusatkan di Stadion S Mengga, Polman, Sulbar.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Habluddin Hambali
Tribun Sulbar / Egi
Tim Al Bana Pasangkayu, saat menggelar latihan kebugaran sekaligus tes lapangan di Stadion S Mengga Polman, Selasa (9/8/2022) lalu. Foto Humas/    

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – AL Bana Pasangkayu merasa tidak puas hasil diraihnya pada laga final liga santri Sulbar yang dipusatkan di Stadion S Mengga, Polman, Sulbar, Minggu (14/8/2022).

Menghadapi tuan rumah PS Alwasilah Polewali Mandar, anak asuh Ishak Mustari, menelan kekalahan skor mencolok 0-7.

Dominasi PS Alwasilah Polewali Mandar di final kali ini, memaksa tim Pasangkayu membuang jauh-jauh impian untuk juara.

Seusai final Liga Santri, PS Alwasilah Polman diisukan memakai jasa pemain luar, bukan dari kalangan santri.

Tudingan tak sportif menyeruak ke permukaan usai terjadinya pembantaian hingga 7-0.

Hasil pertandingan dengan skor tennis ini, dianggap tak masuk akal oleh sebagian pencinta sepak bola yang datang menyaksikan laga final itu.

Usai laga tersebut, Coach Ishak Mustrai, mengakui keunggulan PS Polman.

“Mereka memang mendominasi,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Minggu malam (14/8/2022).

Ditanya, tanggapannya soal dugaan PS Alwasilah Polewali Mandar menyewa jasa pemain luar yang notabene bukan dari kalangan santri sesuai isu beredar.

Coach Ishak, menyatakan itulah faktanya dalam final kali ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved