Hadapi Risiko Stagflasi, TPID Provinsi dan Kabupaten Tingkatkan Sinergitas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor).

Tribun Sulbar / Ist
Rakor TPID Sulbar.(Ist) 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju Tahun 2022.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi Pengendalian Inflasi Daerah Melalui Strategi 4K dalam Menghadapi Risiko Stagflasi Ekonomi” di ruang rapat Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, belum lama ini.

Turut hadir, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Hermanto, beserta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Achmad.

Sekprov Muhammad Idris mengatakan tugas pokok dan fungsi dari TPID baik di tingkat provinsi ataupun tingkat kabupaten adalah untuk mengawasi tingkat harga yang berkontribusi dalam perkembangan inflasi di daerah.

Termasuk, menyusun dan mengeksekusi langkah-langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi.

"Makanya perencanaan dan eksekusi langkah-langkah strategis ini tentunya membutuhkan kerja sama kolaboratif dari seluruh pemegang kepentingan, baik dari sisi pemerintah maupun pelaku usaha termasuk perbankan, untuk dapat memberikan hasil yang diinginkan," kata Idris.

Sementara itu, kegiatan Rakor ini diselenggarakan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi semua stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Seperti kelompok volatile food yang 2 (dua) bulan terakhir mengalami kenaikan harga dan menyebabkan inflasi di atas target yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kegiatan ini penting dilakukan guna meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok tercukup dan mengantisipasi krisis pangan global,“ terang Sekda.

Sedangkan, Perwakilan Kepala BPS Sulawesi Barat Mukrabin yang memaparkan komponen pembentuk inflasi Sulawesi Barat.

Kemudian, dilanjutkan sesi diskusi untuk mengurai permasalahan inflasi di Sulawesi Barat.

Adapun langkah yang dapat diambil tim TPID adalah dengan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan sinergi antar institusi.

Melakukan operasi pasar dan pasar murah untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok terutama bahan yang memilik andil cukup tinggi dalam peningkatan inflasi,.

Mulai, Bawang Merah, Cabe Keriting dan Cabe Rawit serta komoditas ikan tangkap yang menjadi komoditas penyebab inflasi di Sulawesi Barat.

Kemudian, tindak lanjut TPID secara riil untuk menjaga kestabilan inflasi adalah dengan melaksanakan kegiatan operasi pasar murah serta pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Barat yang akan digelar di Kabupaten Mamasa.

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Drs. H. Khaeruddin Anas, M.Si beserta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju, Dr. Khatma Ahmat.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved