Pembunuhan Aralle

Polisi Periksa 26 Saksi Kasus Pasutri Dibunuh di Aralle Mamasa, Mulai Keluarga Hingga Tetangga

im gabungan yang terdiri dari personel Polda Sulawesi Barat dan Polres Mamasa masih terus melakukan penyelidikan terhadap saksi

Penulis: Abd Rahman | Editor: Ilham Mulyawan
Dayat
Polisi saat evakuasi jenazah korban di rumah korban pembunuhan di Lingkungan Leune, Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Mamasa, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Kepolisian Resor Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) mendalami kasus kematian pasangan suami istri di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa.

Porepadang (54) dan istrinya, Sabriani (50) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar tidur mereka pada Minggu, (7/8/2022) lalu.

Polisi menduga korban meninggal akibat terkena pukulan atau hantaman benda tumpul oleh pelaku pada bagian kepala.

Baca juga: Polisi Sebut Kepsek dan Istrinya di Aralle Mamasa Tewas Dipukul di Kepala Pakai Benda Tumpul

Baca juga: Warga Aralle Mamasa Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Kepsek dan Istrinya

Anak korban bernama Amanda (20) selamat dalam peristiwa ini, karena tidur terpisah dalam kamar, sementara satu anak lainnya Marvel (13) kini menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Makassar.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polda Sulawesi Barat dan Polres Mamasa masih terus melakukan penyelidikan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mamasa AKBP Harry Andreas mengatakan, penyidik sejauh ini telah memeriksa 26 saksi dalam menyelidiki kasus pembunuhan itu.

Menurut Harry, barang bukti yang diamankan polisi sejauh ini berupa telepon seluler serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

"Masih dalam proses penyelidikan," kata AKBP Harry kapada wartawan melalui pesan WhatsApp,Jumat (10/8/2022).

Dikatakan, 26 saksi yang diperiksa tersebut terdiri dari keluarga, tetangga, hingga orang-orang yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Syamsu Ridwan menyebutkan, dari hasil autopsi kedua korban mengalami luka serius di bagian kepala.

Porepadang menderita luka robek dan luka terbuka di bagian kepala serta luka robek di pelipis sebelah kiri. Sementara sang istri mengalami luka menganga atau bocor di kepala.

Dari jejak luka itu, sebut dia, penyidik menduga serangkaian bekas luka itu dihasilkan oleh senjata tajam dan benda tumpul.

"Kami belum tahu, yang jelas berupa alat tajam dan tumpul karena ada luka sobekan dan luka benda tumpul. Begitu juga luka pada anak korban bernama Marvel," jelasnya.

Penyidik kepolisian menerapkan pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perampokan dalam kasus tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved