Berita Mamuju Tengah

Proyek Bodong, Kepala Desa Tasokko Mamuju Tengah Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Taslim Kepala Desa Tasokko ditipu oleh seseorang yang mengatasnamakan kadis PUPR Mamuju Tengah beberapa hari lalu.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Ilustrasi infrastruktur rusak - Proyek Bodong, Kepala Desa Tasokko Mamuju Tengah Tertipu Puluhan Juta Rupiah 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kepala Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Taslim menjadi korban penipuan.

Taslim ditipu oleh seseorang yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mamuju Tengah beberapa hari lalu.

Motifnya dengan menjanjikan proyek pembangun infrastruktur di desa dengan meminta sejumlah uang untuk biaya administrasi.

“Awalnya saya dikirimi pesan WhatsApp bertanya terkait pembangunan apa yang dibutuhkan di desa. Saya jawab banyak pak, di antaranya normalisasi sungai dan pemeliharaan jalan,” tutur Taslim mengutip percakapan WhatsAppnya, saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Kemudian kata Taslim, dirinya memerintahkan stafnya untuk mengambil gambar lokasi yang dimaksud untuk dikirim kembali sebagai bahan pertimbangan.

“Usai dikirimi gambar lokasi, orang tersebut mengatakan sisa penyelesaian administrasi. Ini permintaan dari kementerian,” ujar Taslim lagi-lagi mengutip isi pesan WhatsAppnya.

Untuk penyelesaian biaya administrasi, Taslim pun mentransfer uang puluhan juta rupiah sesuai permintaan orang tersebut.

“Kurang lebih Rp 30 juta pak saya transfer di dua nomor rekening berbeda dan bukti transfernya masih ada,” pungkasnya.

Lanjut Taslim, hal tersebut baru ia ketahui bahwa itu adalah penipuan setelah beberapa rekan sesama kepala desa memberi tahunya.

“Saya diberi tahu sama teman kepala desa yang juga menerima pesan yang sama, namun katanya merekq sempat konfirmasi langsung Dinas PUPR Mamuju Tengah sebelum transaksi,” pungkasnya.

Atas kejadian ini, Taslim mengaku akan melaporkannya ke polisi.

Sementara Kadis PUPR Mamuju Tengah, Muh Yahya memastikan itu adalah penipuan.

Dirinya mengaku tidak pernah menjanjikan proyek pembangunan infrastruktur melalui pesan WhatsApp apalagi sampai meminta sejumlah uang.

"Iya pak, itu jelas penipuan, karena memang sudah ada beberapa kepala desa yang terima pesan seperti itu, tapi mereka sempat konfirmasi ke saya," kata Muh. Yahya.

Agar tidak banyak korban, Yahya meminta masyarakat Mamuju Tengah khususnya para kepala desa yang merupakan incarannya untuk tidak melayani ketika dikirimi pesan mengaku dari saya dan meminta sejumlah uang.

“Saya meminta, jika ada yang mengaku diri saya untuk meminta sejumlah uang dengan alasan apa pun, mohon jangan dipercaya. Itu penipuan,”harapnya.

Sebagai informasi, nomor telepon atau WhatsApp yang digunakan pelaku adalah 0813 9384 5895.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved