OPINI

Membiasakan Berhijab, Pantaskah Dianggap Perundungan?

Rasanya terlalu berlebihan jika permasalahan pemaksaan hijab membuat seseorang menjadi tertekan

Editor: Ilham Mulyawan
Kolase Foto
Ilustrasi Berhijab 

 

Penulis: Mariani
Warga

TRIBUN-SULBAR.COM - Baru baru ini terjadi kasus Pemaksaan penggunaan jilbab pada Seorang siswi kelas 10 di SMAN 1 Banguntapan. Yuliani selaku pendamping siswi tersebut mengatakan bahwa pemaksaan itu dilakukan oleh guru BK.

Saat dipanggil oleh guru BK siswi tersebut merasa terus dipojokkan. Selain itu, siswi itu dipakaikan hijab oleh guru BK. Ungkapnya.

"'Gurunya makein ke si anak itu. Itu kan namanya sudah pemaksaan" tambah nya

Dari peristiwa itu Dia diduga tertekan, depresi dan selalu mengurung diri dalam kamar. Kasus ini akhirnya mendapatkan banyak komentar dari masyarakat. Terlebih lagi di dunia Maya, banyak komentar Negatif yang menganggap pemaksaan hijab itu merupakan pelanggaran HAM. Namun tidak sedikit juga yang berkomentar memakai hijab itu merupakan salah satu tanda ketaatan seorang wanita muslim pada agamanya. Namun akhirnya permasalahan ini pun dilaporkan ke Ombudsman RI perwakilan DIY.

Kepala ORI DIY Budhi Masturi akan menelusuri dugaan perundungan dalam peristiwa tersebut. Jika dinilai ada pemaksaan penggunaan jilbab di sekolah negeri yang bukan berbasis agama bisa masuk kategori perundungan. Katanya

Ancaman Nyata Pemberlakuan system SEKULER.

Rasanya terlalu berlebihan jika permasalahan pemaksaan hijab membuat seseorang menjadi tertekan, merasa dipaksa, apalagi sampai depresi. Mengetahui bahwa siswi tersebut ternyata seorang muslimah yang sudah pasti tau hukum menggunakan jilbab.

Maka dari itu Upaya pembiasaan memakai hijab ini bukanlah sebuah perundungan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved