Berita Mamuju
Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Minta Maaf Ada Warga Kalumpang Ditandu 13 Kilometer
drg Asran Masdy, meminta kepada Dinas Kesehatan Mamuju untuk memanggil Kepala Puskesmas Kalumpang.
Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tangkap-layar-mayat-ditandu-warga-di-Kecamatan-Kalumpuang.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Warga di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), viral di media sosial saat menggotong jenazah, Selasa (9/8/2022).
Hal tersebut terjadi setelah pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kalumpang tidak mengizinkan keluarga pasien menggunakan mobil ambulans.
Mendengar kejadian itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sulawesi Barat (Sulbar), drg Asran Masdy, meminta kepada Dinas Kesehatan Mamuju untuk memanggil Kepala Puskesmas Kalumpang.
"Saya sudah komunikasi dengan Kadinkes Mamuju, entah nanti teknisnya seperti apa, sanksi, teguran atau semacamnya," ujarnya pada TribunSulbar.com melalui sambungan telepon seluler, Kamis (11/8/2022).
Dia menjelaskan kronologis kejadian pada hari itu.
Menurut informasi yang diterimanya, Kepala Puskesmas sedang tidak ditempat pada saat kejadian.
"Katanya sedang ada di Mamuju, rapa dengan BPJS," jelasnya.
Jadi, lanjut drg Asran, staf puskesmas tidak berani mengambil kebijakan untuk penggunaan ambulans.
"Ini menjadi pembelajaran kami, perlu diingat semua fasilitas pemerintah itu kan diperuntukkannya bagi masyarakat," tegas drg Asran.
Drg Asran berharap, ke depannya tidak terjadi lagi hal yang demikian.
Kebijakan puskesmas semestinya dilimpahkan terlebih dahulu semisal pimpinan pelayanan sedang berhalangan.
"Bisa saja, tidak tahu kunci ambulans di mana, atau bisa jadi sedang digunakan," pungkasnya.
Diakhir wawancara, dia tak lupa menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak keluarga dan kepada seluruh masyarakat Mamuju pada umumnya atas kejadian tersebut. (*)
Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji