Pelecehan Anak

VIDEO: Polres Majene Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur

A diduga melakukan pelecehan kepada bocah NM (8) pada Minggu (24/7/22) sore lalu, di Desa Mekatta Selatan, Kecamatan Malunda.

Penulis: Masdin | Editor: Nurhadi Hasbi

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepolisian Resor (Polres) Majene, menangkap pria inisial A (37), tersangka kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur.

A diduga melakukan pelecehan kepada bocah NM (8) pada Minggu (24/7/22) sore lalu, di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda.

Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian dalam press release yang berlangsung di Aula Mapolres, Selasa (9/8/2022), menyampaikan kronologi kejadian.

Baca juga: Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Mekkatta Majene Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Polres Majene Tangkap Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur di Malunda

"Pidana pelecehan atau pencabulan ini berawal saat korban hendak menuju rumah neneknya," ujar AKBP Febryanto Siagian kepada wartawan di Mapolres Majene.

Adapun route menuju rumah neneknya itu, NM harus melewati rumah tersangka A.

Lanjut AKBP Febryanto Siagian, saat korban melintasi di rumah tersangka, A memanggil korban.

"Dipanggil 'siniko', katanya, namun korban menolak 'tidak mauka'. Sehingga tersangka menarik korban dan memaksa korban untuk digendong dengan alasan melihat tawon, 'ayo lihat tawon'," tambahnya.

Memanfaatkan kondisi tersebut, tersangka mulai mengancam korban dengan cara melotot dan melamcarkan aksi bejatnya.

Pelaku memeluk dan mencium kedua pipi korban berulangkali.

Serta mengelus bagian kelamin korban.

Setelah melancarkan aksinya, tersangka mengiming-imingi korban dengan uang Rp 2000 agar tidak memberitahukan ke orang lain.

A (37) tersangka dugaan pelecehan anak di bawah umur ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Majene, Selasa (9/8/2022).
A (37) tersangka dugaan pelecehan anak di bawah umur ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Majene, Selasa (9/8/2022). (Tribun-Sulbar.com/Masdin)

NM menolak dan langsung melarikan diri.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 76E, pasal 82 ayat 1 jo 76E UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,- rupiah.

Belakangan diketahui korban sendiri memiliki hubungan keluarga dengan tersangka.

Atas kasus ini, Kapolres Majene harap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved