Burung Maleo

Tim Peniliti Unsulbar Turut Terlibat Jaga Kelestarian Burung Maleo

tim jaga Maleo diberikan pengetahuan dan informasi seputar bagaiamana melestarikan Maleo di Sulbar.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Mubarak
Dosen Unsulbar Dr Rita Bulan berkunjung ke Tapandulu, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar melihat langsung tempat telur Maleo disimpan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tim peniliti dan pemerhati Maleo Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) turut terlibat dalam menjaga kelestarian satwa andemik atau Maleo dari kepunahan.

Pertama, dilakukan pertemuan terlebih dahulu serta membangun kerjasama antara Unsulbar dan praktisi di luar kampus yang mendukung kegiatan program Kampus Merdeka Merdeka Belajar (KMMB). 

Setelah, melakukan diskusi dengan budayawan Ridwan Alimuddin, pihak kampus yakni Dosen Unsulbar Dr Rita Bulan berkunjung ke Tapandulu lihat langsung tempat telur Maleo disimpan.

"Kami dari Komunitas Penjaga Maleo Sulbar, soal kedatangan beliau, tentunya kami merasa sangat bahagia sebab, beliau salah satu civitas akademik di salah satu perguruan tinggi ternama di Sulbar yakni Unsulbar," kata Ketua Komunitas Tim Jaga Maleo Sulbar Mubarak, melalui pesan WhatsApp, Rabu (10/8/2022).

Apalagi, para tim jaga Maleo diberikan pengetahuan dan informasi seputar bagaiaman melestarikan Maleo di Sulbar.

Bukan hanya itu, beliau juga sempat meluangkan waktunya mendatangi langsung tempat penangkaran di dusun Mepaang, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang barat.

"Kita juga buat penangkaran sederhana di sana, karena sudah ada menetas dan itu juga dikunjungi melihat langsung anak burung Maleo," ungkap Mubarak.

Senada, salah satu tim jaga Maleo Sulbar Abdullah mengungkapkan berbagai hal didiskusikan bersama peniliti dari Unsulbar.

Bahkan, akan melakukan penelitian bersama ke depan bersama Mahasiswa Unsulbar.

"Mulai mengetahui lokasi-lokasi yang masih aktif ditempati burung maleo sampai ancaman dan misi penyelamatan masa depan maleo," ucap Abdullah.

Dia berharap kedatangannya bukan menjadi hari terakhir membersamai komunitas dalam proses penyelamatan burung maleo di Sulbar.

Akan tetapi menjadi awal guna menyuksesakan kedepan apa yang telah komunitas jaga Maleo Sulbar lakukan.

Diketahui, sudah sangat jarang lagi ditemui burung Maleo di Kabupaten Mamuju atau Sulawesi Barat.

Padahal, ada tiga kabupaten di Sulbar sering sekali dilihat yakni Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved