Berita Pasangkayu

Sosok Bripka Muhammad Ismail, 12 Tahun Jadi Pelatih Paskibraka di Bumi Vova Sanggayu

Ternyata, Bripka Muhammad Ismail, adalah polisi perantau asal Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Egi Sugianto
Bripka Ismail saat melatih Paskibraka Pasangkayu di halaman kantor Bupati, Jalan Ir Soekarno Kelurahan Pasangkayu, Senin (8/8/2022). 

Membuatnya bersemangat jadi pelatih Paskibraka, karena sampai saat ini masih bisa diterima disemua kalangan.

“Di sini juga saya bisa mengenal banyak karakter dari mereka anggota Paskibraka,” ungkap anggota Polisi Alumni Pendidikan Dregd Angkatan ke-XXIX 2006 gelombang II SPN Batua Makassar ini.

Saking lamanya jadi pelatih Paskibraka Pasangkayu, sebagian sudah ada yang dilupa, juga sebentar lagi akan ada alumni Paskibraka Pasangkayu akan jadi lulus Akpol.

“Alhamdulillah, kebanggaan saya selama saya melatih sebentar lagi akan ada alumni dari sini (Purna Paskibraka Pasangkayu) jadi Akpol. Sementara pendidikan sekarang, dan saat dia pulang saat yang hormat ke dia,” canda Muhammad Ismail.

Ditanya, perjalanan dirinya mengapa selama ini intens bisa terlibat mengurusi Paskibraka Pasangkayu, membawa nama kesatuannya Polres Pasangkayu.

Hal itu, tidak terlepas dari didikan pengalaman organisasi sejak sekolah dulu.

Muhammad Ismail, mengaku bahwa dulu ia kerap aktif di berbagai organisasi di sekolah.

Organisasi Pramuka, jadi organisasi paling berpengaruh sehingga ia bisa mengenal dengan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).

“Sejak SD saya aktif di Pramuka, sejak itu juga saya kenal dengan yang nama baris-berbaris ini,” kenangnya.

Berdasarkan pengalaman, jadi pelatih yang perlu dipahami anggota Paskibraka Pasangkayu terkait PBB adalah masalah aba-aba dan gerakan.

“Paskibaraka ini, tidak terlepas soal kekompakan dan kedisiplinan.
Karena kalau sudah kompak dan disiplin, maka pelatih mudah mengatur barisan mulai dari perorangan dan kelompok,” jelasnya.

Menurutnya, beban mendasar dengan tanggung jawab sebagai pelatih adalah menjaga semangat dan kekompakan tim hingga di akhir tugas saat Upacara HUT RI tiba.

“Kami pelatih, mentransfer ilmu PBB, kemudian bagaimana menerapkan. Selanjutnya bagaimana menjaga semangat mereka,” urainya.

Harapan paling pokok, lanjut Muhammad Ismail, adalah bagaimana persiapan mental Paskibraka Pasangkayu yang terpilih ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved