Sosok

Kenalkan Rahmi, Anggota Paskibraka Pasangkayu, Ingin Kuliah di Universitas Tadulako dan Jadi Seniman

Awalnya, Ami, sapaan akrab Rahmi, mengaku sudah mengenal Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sejak berumur 5 tahun.

Penulis: Egi Sugianto | Editor: Ilham Mulyawan
Egi Sugianto/Pasangkayu
Rahmi, anggota Paskibraka Pasangkayu. Pelajar asal Watatu, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah itu, saat ini menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau masa Karantina Paskibraka Pasangkayu. 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Pasukan pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pasangkayu telah mulai menjalankan latihan, untuk selanjutnya bertugas pada 17 Agustus mendatang.

Salah satu anggota Paskibraka Pasangkayu adalah Rahmi.

Pelajar asal Watatu, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah itu, saat ini menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau masa Karantina Paskibraka Pasangkayu.

Dia sudah lima hari terakhir latihan bersama 29 rekannya.

Ditemui di sela-sela latihan, dengan senang hati, Rahmi berbagi cerita kepada Tribun-Sulbar.com, soal perjalanan dirinya hingga bisa dipilih dalam tim Paskibraka Kabupaten Pasangkayu.

Awalnya, Ami, sapaan akrab Rahmi, mengaku sudah mengenal Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sejak berumur 5 tahun.

Saat itu ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Saya kenal PBB umur 5 tahun, dulu saya pernah ikut gerak jalan di kampung,”ucapnya sembari tersenyum.

Dalam perjalanannya, ketika ikut seleksi Paskibraka dimulai dari tingkat sekolah hingga mewakili sekolahnya ke Kabupaten Pasangkayu, akhirnya dinyatakan lolos seleksi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved